Breaking News:

Usai Rapid Tes, 1500 Anggota KPPS di Kabupaten Bandung, Reaktif, Ini Langkah KPU Kabupaten Bandung

Terdapat sebanyak 1500 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung,  reaktif setelah dilakukan rapid tes.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Terdapat sebanyak 1500 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung,  reaktif setelah dilakukan rapid tes.

Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, mengaku, kini pihaknya sedang menunggu hasil rekap rapid tes. 

"Memang ada sekitar 1.500 an kalau tidak salah yang reaktif, tapi kia belum lihat hasil swabnya karena bisa saja, kan, reaktif rapid tapi negatif di swab," ujar Agus, di Kantornya yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (3/11/2020).

Baca juga: Pandam III Siliwangi Minta Warga Berpartisipasi dalam Pilkada dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Jumlah yang reaktif tersebut setelahnya melakukan rapid tes kepada anggota KPPS sebanyak 61.866 orang.

Agus mengungkapkan, nanti pihaknya akan minta koordinasi dan kerjasama dengan gugus tugas atau Dinas Kesehatan, untuk menyampaikan kepada pihaknya, supaya jadi bahan untuk menindak lanjutinya.

Baca juga: 39 Pengawas TPS Pilkada Bandung Positif Covid-19, Bawaslu Bertindak Cepat, Coblosan 9 Desember

Baca juga: Tim Pemenangan Yakin Sholawat Juara di Pilkada Kabupaten Indramayu, Tapi Ada Syaratnya

"Nanti jika (anggota KPPS) positif (Covid), tidak bertugas saja, jadi kita pastikan KPPS yang bertugas itu yang negatif," kata Agus.

Jadi, kata Agus, belum ada instruksi penggantian, kecuali kalau memang (anggota KPPS tersebut) sejak awal tidak mau dirapid.

Baca juga: Pilkada Saat Pandemi Covid-19 Pjs Bupati Sukabumi Ingatkan KPPS Batasi Lakukan Hal Ini

Baca juga: Cegah Munculnya Penyebaran Covid-19 Klaster Pilkada, Kapolda Jabar Imbau Warga Patuhi Prokes

"Kalau yang dirapid kemudian reaktif, kita tidak kerjakan, kita tidak tugaskan. Mereka isolasi mendiri, supaya tidak menjadi masalah untuk lingkungan, klalau swab mungkin 3-4 hari keluar swabnya," tuturnya.

Agus mengatakan, garis bawahi di mana pandemi ini belum nampak ujung akhirnya, maka upaya rapid menjadi salah satu ikhtiar untuk disiplin.

Baca juga: Polda Jabar Antisipasi Peredaran Berita Hoaks Terkait Pilkada Serentak

Baca juga: Sepekan Menjelang Pencoblosan Pilkada Cianjur 2020, 13 Pelanggaran Ditangani Bawaslu

"Makanya kita sarankan, kita anjurkan , kita ingatkan (dalam) melaksanakan tahapan (Pilkada) itu harus betul-btul dijaga," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved