Breaking News:

Produk Kosmetik Ilegal dan Berbahaya Senilai Rp 31 Miliar Dimusnahkan BBPOM Bandung

Ratusan produk obat, kosmetik , pangan, jamu, kosmetik, suplemen kesehatan dimusnahkan petugas BBPOM Bandung, di Jalan Pasteur, Rabu (2/12/2020). 

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ratusan produk obat, kosmetik , pangan, jamu, kosmetik, suplemen kesehatan dimusnahkan petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan ( BBPOM) Bandung, di Jalan Pasteur, Rabu (2/12/2020).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -‎ Ratusan produk obat, kosmetik , pangan, jamu, kosmetik, suplemen kesehatan dimusnahkan petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan ( BBPOM) Bandung, di Jalan Pasteur, Rabu (2/12/2020). 

"Barang‎-barang itu dimusnahkan karena tidak memiliki izin edar ( ilegal), tidak penuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu. Disita dari berbagai tempat di Jawa Barat (Jabar), ujar Kepala BBPOM Bandung, Hardaningsih.

Dari rincian yang dimusnahkan, ada 109 obat yang dimusnahkan senilai Rp 2,9 juta, 221 jenis obat tradisional senilai Rp 196,1 juta, kosmetik 97 jenis senilai Rp 31 miliar lebih, 52 jenis pangan senilai Rp 35,4 juta.

Baca juga: BREAKING NEWS - VIDEO VIRAL, Seruan Lafal Azan Hayya Alal Jihad Diduga Juga Terjadi di Majalengka

Baca juga: Begini Tanggapan Bupati Majalengka Terkait Warga Serukan Azan Hayya Alal Jihad Diduga di Wilayahnya

Baca juga: Kecelakaan Maut Tol Cipali, Ada Kisah Tragis, Satu Keluarga Tewas Saat Akan Peringati Kematian Ayah

"Jumlahnya sebanyak 479 item produk dengan nilai ekonomi Rp 31,2 miliar lebih,"‎ katanya. 

Kosmetik ilegal dan kandungannya tidak punya mutu standar keamanan yang dimusnahkan nilainya cukup fantastis mencapai Rp 31 miliar lebih. Obat tradisional juga mengandung kandungan berbahaya seperti sildenafil sitrat, deksametason.

"Kosmetik itu juga mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon. Obat tradisional yang dimusnahkan juga sama, mengandung bahan kimia obat. Untuk bahan pangan mengandung borak dan formalin,," ucap dia. 

Baca juga: Kejari Bandung Musnahkan Barang Bukti, dari Narkotika, Kosmetik Ilegal, hingga Senjata Rakitan

Baca juga: Barang Ilegal Senilai Rp 5 Miliar Dimusnahkan di Gedung Sate, Termasuk Liquid Vape dan Rokok

‎Untuk produk kosmetik yang disita dengan nilai ekonomi diprediksi mencapai Rp 31 miliar, itu disita dari produsen rumahan. 

"Salah satunya di Cirebon. Itu industri rumahan," ucap Hardaningsih. Menggunakan kosmetik dengan bahan berbahaya bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Pun demikian jika mengkonsumsi obat tradisional.

"Kosmetik yang mengandung bahan merkuri itu bahaya, bisa memicu kanker. Lalu mengkonsumsi obat kuatpun juga bahaya, bisa memicu jantung berhenti," ucapnya. 

Tahun ini, barang sitaan yang dimusnahkan nilai ekonominya lebih besar dibanding dua tahun terakhir. Pada 2019 misalnya, barang sitaan yang dimusnahkan mencapai Rp 4,8 miliar. Kemudian pada 2018 senilai Rp 8,1 miliar.

"Untuk tahun ini memang lebih besar karena ada sitaan produk kosmetik mencapai Rp 31 miliar lebih," ucap dia.

Ia menambahkan, saat ini, banyak produk obat, kosmetik maupun pangan yang bisa ditemukan di banyak tempat. Termasuk di lapak-lapak penjualan online:

"Tiap beli barang konsumsi, cek klik, pastikan kemasan dalam kondisi baik, label dan izin edar serta tidak melebihi masa kadaluarsa. Bisa juga mengecek di website BPOM, cekbpom.pom.go.id," kata Hardaningsih.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved