Breaking News:

Superball

Meninggalnya Diego Maradona Masih Menyisakan Misteri, Akibat Penyakit Jantung atau Pembunuhan?

Jasad legenda sepak bola Diego Armando Maradona sampai saat ini belum dikremasi karena proses investigasi dugaan pembunuhan masih terus berlanjut.

Editor: Hermawan Aksan
istimewa
Diego Maradona 

TRIBUNJABAR.ID - Jasad legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona, sampai saat ini belum dikremasi karena proses investigasi dugaan pembunuhan masih terus berlanjut.

Dikutip dari situs La Nacion, perintah larangan jasad Diego Maradona dikremasi dikeluarkan oleh Pengadilan San Isidro, Buenos Aries.

"Jasad Diego Maradona tidak akan dikremasi sampai semua pendapat ahli yang melengkapi proses investigasi terkumpul," kata salah seorang sumber La Nacion yang memiliki akses ke dokumen investigasi kematian Maradona.

Baca juga: Tampil Brilian untuk Inter Milan Lawan Gladbach, Matteo Darmian: Ini Langkah Pertama

Kematian Diego Maradona dianggap janggal dan mulai diselidiki oleh Kejaksaan San Isidro sejak Sabtu (29/11/2020), tiga hari setelah sang legenda berpulang.

Jaksa Agung San Isidro, John Broyad, sudah membentuk tim penyidik yang dipimpin oleh dua orang jaksa, yakni Patricio Ferrari dan Cosme Iribarren.

Kasus kematian Maradona kali ini diselidiki dengan dugaan pembunuhan dalam artian "tindakan di mana kematian seseorang disebabkan oleh kecerobohan atau kelalaian pelaku, tanpa ada maksud membunuh".

Striker timnas Argentina, Diego Maradona, berduel dengan kiper timnas Inggris, Peter Shilton, pada Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko.
Striker timnas Argentina, Diego Maradona, berduel dengan kiper timnas Inggris, Peter Shilton, pada Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko. (Bolasport.com)

Kematian Maradona mulai diselidiki Kejaksaan San Isidro karena dua hal.

Pertama, terdapat kejanggalan saat Diego Maradona menjalani rawat jalan di kediaman pribadinya yang terletak di Tigre, Buenos Aires.

Kejanggalan itu ditemukan karena prosedur rawat jalan Diego Maradona tidak sesuai standar.

Baca juga: Man United Vs PSG, Solskjaer Janji Mainkan Edinson Cavani Hadapi Mantan Klubnya

Dikutip dari situs BBC, beberapa kejanggalan dari prosedur rawat jalan Diego Maradona adalah tidak adanya perawat, dokter, dan ambulans dengan kelengkapan defibrillator (stimulator detak jantung), yang siap siaga selama 24 jam.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved