Breaking News:

Hati-hati Beli Obat Kuat, Efeknya Bisa Henti Jantung, Cek Dulu Kemasannya

Harus dicek juga kandungannya. Seringkali, obat tradisional yang dijual di pasaran memiliki kandungan yang berbahaya.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, Hardaningsih Jalan Pasteur Kota Bandung, Rabu (2/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di pasaran banyak ditemukan penjual obat-obatan hingga jamu yang ‎menawarkan obat kuat untuk vitalitas laki-laki. Namun, untuk mengkonsumsinya harus memperhatikan kandungan yang ada di dalamnya.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, Hardaningsih mengatakan, pihaknya selama 2020 menyita ratusan obat dan obat tradisional. Salah satunya untuk vitalitas.

"Cek dulu kemasannya. Kalau kemasannya bergambar berlebihan, hiperbola, itu pasti tidak benar. Kemudian, dia ada yang gambarnya vulgar tak senonoh. Itu pasti tidak benar," ujar Hardaningsih di kantornya, Jalan Pasteur Kota Bandung, Rabu (2/1/2020).

Ia menerangkan, berdasarkan aturan tentang obat tradisional, mengatur pula soal kemasan. Salah satunya tidak boleh menjanjikan hingga tidak boleh berkemasan dengan menjolkan vulgar.

"Aturan obat tradisional enggak boleh pakai gambar-gambar yang vulgar, seperti jenis kelamin atau lainnya. Pasti enggak benar. Lalu, tidak boleh ada klaim mengobati," ucap dia.

Kemudian, harus dicek juga kandungannya. Seringkali, obat tradisional yang dijual di pasaran memiliki kandungan yang berbahaya.

"Kadang obat kuat dicampur dengan kimia obat, biasanya obat keras. Nah, orang yang enggak tahu, mengkonsumsi obat itu, justru bisa membuat jantung berhenti," ucapnya.

Baca juga: Sering Dijadikan Lalapan, Manfaat Daun Singkong Antioksidan Baik untuk Pencernaan Cocok untuk Diet

Karenanya, ia mengimbau warga untuk selalu waspada jika membeli obat-obatan tradisional.

"Cek kemasan, cek izin edar, cek kadaluarsa. Pastikan produk itu ada nomor izin edarnya. Untuk cek izin edar bisa ke aplikasi BPOM Mobile, masukan nomornya yang tertera, jika tidak ada, dipastikan itu ilegal," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved