Ingin Bunuh Diri, Lompat Ke Sungai, Tapi Buru-buru Berenang Ke Tepi Sungai Karena Hal Ini

Depresi bisa menimpa siapa saja dan seseorang yang putus asa kadang mengambil keputusan keliru seperti bunuh diri

Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Depresi bisa menimpa siapa saja dan seseorang yang putus asa kadang mengambil keputusan keliru seperti bunuh diri.

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang wanita di Malaysia.

Wanita ini memilih jalan pintas ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke sungai.

Namun alih-alih bukan membiarkan dirinya hanyut, ia justru buru-buru berenang ke tepi sungai alias tidak jadi bunuh diri karena hal ini.

Baca juga: VIDEO CERITA Anak Korban Kecelakaan Tol Cipali, Dapat Kabar Duka: Ibu Pulang dari Menengok Cucu

Dikutip dari Intisari Online,  saat hidupnya terasa sempit dan sulit, beberapa orang merasa putus asa.

Bahkan, beberapa mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.

Seorang wanita di Malaysia dilaporkan batal melakukan bunuh diri setelah melihat ada buaya berenang di sungai.

Media setempat Kosmo! melaporkan, awalnya perempuan yang bekerja di Tenaga Nasional Berhad itu meloncat dari jembatan pada Senin pekan lalu (23/11/2020).

Baca juga: Dapat Perlakuan Spesial dari Ariel NOAH saat Manggung, Kini BCL Gencar Dijodohkan hingga Didoakan

Untungnya, dia segera berenang ke tepian dan diselamatkan oleh warga sekitar, sebagaimana diwartakan oleh The Rakyat Post Jumat (27/11/2020).

Saksi mengungkapkan, wanita berusia 34 tahun itu mengurunkan diri untuk bunuh diri setelah melihat buaya yang berenang di dekatnya.

Dilaporkan Utusan Malaysia, polisi mendapatkan laporan mengenai upaya itu sebelum pukul 19.00 waktu setempat, dan menemukannya basah kuyup di tepi jalan.

Kepolisian Diraja Malaysia menyatakan, perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu berniat mengakhiri hidup karena mengalami depresi.

Baca juga: SIAP-SIAP, Petang ini Ada Gerhana Bulan Penumbra, Bisa Diamati dari Indonesia, Catat ini Jadwalnya

Sungai Klang di Selangor, lokasi wanita itu hendak bunuh diri, menjadi habitat buaya air asin, yang disebut reptil terbesar di dunia.

Departemen Taman Nasional dan Alam Liar Selangor (DWNP) menyatakan, mereka selalu memantau perairan sekitar untuk melihat pergerakan predator itu.

Meski tempat itu jadi salah satu lokasi wisata, DWNP mengimbau publik agar berhati-hati terutama jika musim penghujan sudah tiba.

Baca juga: Pengiriman TKI dari 8 PJTKI Ini Ditangguhkan Sementara, Mayoritas dari Indramayu dan Cirebon

Direktur DWNP Selangor Haidar Khan Mokbolhassan via Malay Mail menuturkan, mereka bakal memasang perangkap jika buaya itu sampai melukai manusia.

"Namun jika hanya laporan ada yang melihatnya, hal itu wajar karena sungai tersebut adalah habitat alami mereka," jelas Haidar.

Seperti diketahui, buaya air asin dewasa bisa mencapai panjang hingga enam meter dengan bobot mencapai lebih dari satu ton.

Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved