Breaking News:

Saat Dedi Mulyadi Dikunjungi Ibu Wayi dari Wonosobo, Rasa Menyatukan Agama Berbeda di Meja Makan

Beberapa hari lalu, anggota DPR RI Dedi Mulyadi kedatangan tamu dari Wonosobo, Jawa Tengah.

Penulis: Ichsan | Editor: Ichsan
istimewa
Dedi Mulyadi dan Ibu Wayi 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa hari lalu, anggota DPR RI Dedi Mulyadi kedatangan tamu dari Wonosobo, Jawa Tengah.

Tamu itu adalah Ibu Wayi, seorang ibu yang memiliki tujuh anak yang kesemuanya sudah berumah tangga. Adapun suaminya sudah meninggal dunia.

Ibu Wayi datang sendirian ke Purwakarta menumpang angkutan umum. Dia mengaku kagum kepada Dedi Mulyadi dan ingin menemuinya.

"Saya sering melihat aktivitas bapak (Dedi Mulyadi) di media sosial. Saya kagum karena bapak sering membantu rakyat kecil. Makanya saya jauh-jauh dari Wonosobo ingin bertemu bapak," kata Ibu Wayi kepada Dedi Mulyadi.

Ibu Wayi tiba di Purwakarta pukul 18.00,  namun saat itu Dedi Mulyadi sedang tidak ada di rumah, sedang berkegiatan di Jakarta.

Baca juga: Kasus Covid-19 Sehari Bisa Capai 20 Orang, Ruang Isolasi Penuh, Dinkes Sukabumi Lakukan Hal Ini

Dedi Mulyadi dan Ibu Wayi 2
Dedi Mulyadi dan Ibu Wayi 2 (istimewa)

Hingga akhirnya Ibu Wayi pun menungguinya hingga tertidur di mobil Satpol PP Pemkab Purwakarta.

Keesokan harinya Ibu Wayi baru bisa bertemu dengan Dedi Mulyadi di satu rumah makan di Purwakarta.

Dedi Mulyadi sengaja memilih menerimanya di satu rumah makan karena ingin menjamu Ibu Wayi yang sudah datang jauh-jauh dari Wonosobo.

Dan di sini lah ada hal yang menarik. Saat hendak menyantap makanan, Ibu Wayi yang beragama Kristen berdoa menurut agamanya.

Kemudian Haji Mumu, rekan Dedi Mulyadi yang juga turut hadir dalam satu meja, berdoa menurut agama Islam.

Video pertemuan antara Dedi Mulyadi dengan Ibu Wayi ini kemudian diunggah ke akun media sosial dan channel youtube Kang Dedi Mulyadi dan mendapatkan banyak respons positif dari warganet.

Dalam caption unggahannya Dedi Mulyadi pun menuliskan sejumlah kalimat, di antaranya, 

"Kami makan bersama, Ibu Wayi berdoa berdasarkan keyakinannya, saya dan Haji Mumu berdoa berdasarkan keyakinan kami. Agama, tempat asal dan bahasa boleh berbeda. Akan tetapi kami disatukan oleh rasa. Lalu mengapa harus ada pertengkaran?"

Baca juga: Pelatih Paris Saint-Germain Ini Ngamuk Gara-gara Para Pemainnya Tak Serius Main Lawan Bordeaux

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved