Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Genjot Perbaikan Sektor Wisata Akibat Covid-19, Kemenparekraft Tekankan Pentingnya Penerapan Prokes

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya meningkatkan kembali sektor pariwisata yang sempat terdampak Covid-19

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
istimewa
pariwisata jabar jembatan gantung situ gunung- Kemenparekarfat berupaya meningkatkat sektor wisata yang terdampak Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya meningkatkan kembali sektor pariwisata yang sempat terdampak Covid-19.

Untuk menguatkan kembali sektor ini, Kemenparekraft menggelar Rapat Koordinasi Nasional bahas amplifikasi kebijikan, program serta langkah rekativasi dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak akibat pandemi COVID-19 tanggal 26-28 November 2020 di Bali.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menekankan kepada pihak di sektor pariwisata untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Baca juga: Dilanda Pandemi Covid-19, Gaji PNS Bakal Diubah, Bagaimana Nasib THR dan Gaji ke-13?

Menkes Terawan mengatakan kegiatan ekonomi perlu dijalankan mengingat masyarakat perlu mendapat kesempatan untuk berusaha. '

Namun protokol kesehatan harus tetap diutamakan.

Hal itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Terdiri dari dua bagian utama dalam Keputusan Menteri Tersebut, antara lain pertama prinsip umum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19, kedua protokol kesehatan di 12 tempat dan fasilitas umum yang juga dilengkapi upaya yang harus dilakukan bila menemukan kasus COVID-19.

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Swab Test Mandiri, Satgas Covid-19 Kota Bogor Sudah Pegang Informasi Penting

''Dalam pengembangan wisata yang aman dan sehat maka perlu mendapat perhatian dan perlu diberdayakan dalam penerapan protokol kesehatan. Di lokasi wisata perlu perhatian apakah itu wisata alam, wisata non alam, wisata kuliner, atau wisata budaya, atau kombinasi dari beberapa wisata,'' kata Menkes Terawan saat menjadi Narasumber pada Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dikutip Tribun dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. 

Terawan menyebut potensi rawan yang harus diperhatikan pada tempat wisata adalah mulai dari area parkir, loket tiket, pintu masuk objek yang diminati, tempat ibadah, kamar mandi atau toilet, kantin atau rumah makan, dan pintu keluar.

Selain itu juga harus diperhatikan mengenai luas tempat kegiatan, jumlah tamu, kelompok rentan, lama kegiatan, lokasi kegiatan apakah indoor atau outdoor, karakteristik kegiatan seperti berupa hiburan, menyanyi, khotbah, ceramah, dan aktivitas fisik lainnya harus di dipilah-pilah.

Baca juga: Kisah Mama Muda Banting Setir Jualan Yogurt, Kontrak Kerja Tak Diperpanjang karena Covid-19

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved