Rabu, 29 April 2026

Klenik di Dunia Sepak Bola, Perjaka Kencingi Tiang Gawang Tak Lama Berselang Gol pun Terjadi

Redi Rusmawan, gelandang serang Persita Tangerang pun punya cerita lucu berbau mistis kala dirinya mengikuti tarkam tahun 2017 lalu.

Tayang:
Editor: Ravianto

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNJABAR.ID, TANGERANG - Klenik di dunia sepak bola ternyata memang ada baik itu sepak bola internasional maupun lokal.

Di dunia internasional, hal yang biasanya terjadi adalah menggoyangkan jala gawang lawan jika kesulitan membobol.

Yang ekstrem tentunya di Afrika karena ada pemain yang sampai memecahkan telur ke gawang lawan.

Di Indonesia, memecahkan telur bahkan mengencingi gawang lawan juga jamak terjadi.

Seperti yang terjadi di kompetisi tarkam di Tangerang.

Meski tarkam adalah kompetisi amatir, namun banyak kisah dan cerita yang disuguhkan.

Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri), sedang berbincang dengan Raphael Maitimo. Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri), sedang berbincang dengan Raphael Maitimo. Redi bercerita hal klenik di dunia sepak bola.
Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri), sedang berbincang dengan Raphael Maitimo. Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri), sedang berbincang dengan Raphael Maitimo. Redi bercerita hal klenik di dunia sepak bola. (ist/warta kota)

Redi Rusmawan, gelandang serang Persita Tangerang pun punya cerita lucu berbau mistis kala dirinya mengikuti tarkam tahun 2017 lalu.

Redi memang pemain yang kaya akan pengalaman mistis.

Namun, berbeda dari biasanya, kali ini kisahnya adalah kala timnya tak bisa membobol gawang lawan dari empat peluang emas.

Hal yang sangat mustahil.

"2017 lalu ikut tarkam di daerah Nanggung, saya lupa nama tim saya. Tapi itu laga final," bukanya, Rabu (25/11/2020) malam kemarin.

Lanjutnya, hampir rata-rata peluang emas mereka hanya membentur mistar dan sulit untuk dipercaya tidak berbuah gol.

Lantas, satu pemain pun punya masukan yang dianggap mujarab yaitu mengencingi tiang gawang lawan.

"Saat itu sudah masuk babak kedua dan mau habis. Dari tim ada yang menyuruh anak kecil untuk buang air kecil di tiang gawang. Dan saat itu dilakukan, ternyata benar, menit-menit akhir kami bisa cetak gol dan menang 1-0 di final," tambahnya.

Lantas, dirinya pun masih ingat mengapa anak kecil yang harus mengencingi tiang gawang tersebut.

"Kalau main di kampung, dan hal itu terjadi, maka anak perjaka yang harus mengencingi tiang gawang, guna menghilangkan mistisnya," sambungnya sambil tertawa.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved