Breaking News:

Menteri KKP Ditangkap KPK

Berita Baru Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Minta Maaf Kepada Ibunya yang Sepuh, Mundur dari 2 Jabatan

Setelah Edhy Prabowo ditangkap KPK kemarin, dia minta maaf kepada ibunya yang sudah sepuh. Edhy mundur jadi walik Prabowo Subianto di Partai Gerindra.

Editor: Kisdiantoro
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

Diketahui Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi memiliki aset rumah plus tempat pemancingan di Kampung Andir, RT 01/15, Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Dari pantauan Tribun Jabar di lokasi, Rabu (25/11/2020).

Lokasi rumah plus tempat pemancingan atas nama Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi itu tak jauh dari pinggir Jalan Raya Purwakarta - Padalarang.

Kondisi rumah plus tempat pemancingan itu hanya bisa di akses melalui sebuah rumah bercat putih dan berpagar.

Namun kondisi rumah itu sepi dan gerbang tertutup rapat pada Rabu (25/11/2020) siang. Rumah milik Edhy tersebut dinamai Era Cafe Resto Pemancingan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tempat pemancingan dan resto itu tak diperuntukan untuk umum.

Hanya digunakan oleh pemilik rumah.

"Cuma dipakai ada acara mancing-mancing saja oleh pemiliknya," ujarnya di lokasi.

Ia mengaku sudah lama tak melihat Edhy dan istrinya menyambangi rumahnya tersebut.

"Terakhir sebulan lalu, lihat pak menteri dan istri ke sini, " ujarnya.

Menurutnya kurang lebih 10 tahunan Edhy dan istrinya memilik rumah itu dan dikenal baik kepada tetangganya.

"Pandangannya baik sama tetangga, ke saya kalau mau ikan suruh mancing di tempatnya, " ujarnya.

Rumah plus tempat pemancingan itu memiliki kolam cukup luas.

Kolam pemancingan terdiri atas beberapa petak dan terdapat sebuah jembatan menuju ke rumah dua tingkat tersebut.

Beberapa bendera dipasang di tengah kolam pemancingan tersebut.

17 Orang Diamankan KPK

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/11/2020) dini hari, tak hanya mengamankan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, KPK mengamankan 17 orang dari beberapa lokasi diantaranya Jakarta, Depok, Jawa Barat, termasuk di Bandara Soekarno Hatta.

"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini ada 17 orang.

Selain Menteri Kelautan dan Perikanan, istri menteri (Iis Rosita Dewi) juga diamankan. Termasuk beberapa pejabat di KKP," katanya.

Selain Menteri dan istrinya serta sejumlah pejabat di KKP, KPK juga mengamankan beberapa orang pihak swasta yang akan menjadi eksportir benih lobster.

Selain itu, KPK juga mengamankan sejumlah barang diantaranya kartu Debit ATM.

Kartu Debit ini diduga terkait dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan di kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kasus ini, diduga, terkait dengan proses penetapan calon ekportir benih lobster. Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang yang diamankan selama 1x24 jam," pungkasnya.

Kasus Besar

Sementara itu, Pakar Hukum Pidana dan mantan hakim Asep Iwan Iriawan meminta Presiden Joko Widodo untuk terbuka dan terang benderang, dalam kasus penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Presiden harus terang benderang dan terbuka, jika menterinya terlibat kasus korupsi," ujar Asep dalam program Breaking News di Kompas TV, Rabu (25/11/2020).

Asep merasa yakin, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan sembarangan menangkap pejabat setingkat menteri.

“Saya yakin KPK akan memprosesnya. KPK harus melanjutkan kasus ini, kalau tidak dilanjutkan, kepercayaan terhadap KPK akan runtuh,” tambah Asep.

Menurut Asep, ‘permainan’ di laut sempat berhenti ketika Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti.

Namun ketika Susi diganti oleh Menteri Edhy, peraturan tentang ekspor benur diganti oleh Menteri Edhy sehingga ‘permainan’ ini dilanjutkan kembali.

“Kasus benur ini adalah kasus ageng (sangat besar). Permainan nilai uangnya sangat besar. Kita bersyukur pada Tuhan karena KPK bisa menerobos permainan ini,” ujar Asep.

Sebagain artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penampakan Rumah dan Kolam Ikan Milik Edhy Prabowo di Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved