Pengusaha Benih Lobster Bicara tentang Kinerja Susi Pudjiastuti dan Edhy Prabowo, Siapa Terbaik?

Pengusaha benur atau benih lobster asal Kabupaten Pangandaran membandingkan kinerja antara

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Kolase Tribun Jabar (Instagram/@susipudjiastuti115/Kompas.com)
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pengusaha benur atau benih lobster asal Kabupaten Pangandaran membandingkan kinerja antara Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dengan pejabat yang sebelumnya, yakni Susi Pudjiastuti.

Perbandingan tersebut muncul, setelah Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindak pidana korupsi terkait ekspor benih benur.

Seorang Suplier Benur asal Kalipucang, Wahyudi (40) mengatakan, saat Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang saat itu menolak ekspor benur, tidak pernah terdengar berurusan dengan KPK atau penegak hukum lainnya.

"Kita bisa lihat saja dari kasusnya, kalau menteri dulu  Ibu Susi yang kebetulan orang Pangandaran menolak ekspor lobster, selama 5 tahun menjabat ada gak berurusan dengan KPK? kan, gak ada," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (25/11/2020).

Namun, untuk kinerja Edhy Prabowo yang melegalkan ekspor benih benur, malah sebaliknya. Dia, ditangkap KPK atas dugaan korupsi ekspor benih benur.

Baca juga: 10 Pelaku Asusila terhadap Siswi SMP Diperiksa Maraton oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya

"Yang sekarang (Edhy Prabowo) melegalkan ekspor benih benur, baru beberapa bulan saja sudah tercium (ditangkap KPK)," kata Wahyudi.

Melihat berbandingan itu, Wahyudi menilai, bahwa kinerja Susi Pudjiastuti lebih baik dari pada kinerja Edhy Prabowo.

"Tapi bukan karena bu Susi itu di wilayah kita (orang Pangandaran), cuma kebijakan bu Susi itu jelas, misalnya martim di Indonesia itu diperkuat bukan dihancurkan," ucapnya.

Selain itu, kata dia, kebijakan Susi Pudjiastuti juga banyak menguntungkan nelayan, termasuk pengusaha benur atau lobster di Pangandaran karena sudah jelas menolak ekspor benur ekspor tersebut.

Sementara kebijakan Edhy Prabowo terkait ekspor benur itu dinilai kurang tepat karena hingga saat ini belum terlihat dampak yang baik bagi para pengusaha benur di Pangandaran.

"Kalau menurut saya kurang tepat, karena masih banyak sistem yang belum clear di Pangandaran. Jadi,  belum terlihat dampaknya, tapi mungkin kalau 5 tahun kedepan bisa berpengaruh besar," kata Wahyudi.

Baca juga: Belum Terlambat, Kirim Ucapan Hari Guru Nasional 2020 dalam Bentuk Pantun, Berikan Lewat WhatsApp

Sementara Pengusaha Benur asal Babakan, Ekong (47) mengatakan, kinerja antara Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

"Karena kebijakannya berbeda, terutama dalam hal ekspor benur, yang sekarang ekspor benur, kalau yang dulu menolak. Tapi, keduanya ada sisi baik dan buruknya," ucapnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved