Breaking News:

Penguasaan Teknologi Kekinian Bisa Memberi Manfaat Lebih Besar Bagi Pesantren

Potensi pesantren di bidang teknologi informasi komunikasi (TIK) punya daya saing tinggi. Hanya saja pengelolaan dan SDM pesantren perlu ditingkatkan

Istimewa
Potensi pesantren di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki daya saing yang tinggi. Hanya saja pengelolaan dan SDM pesantren untuk menguasai dan mengakses TIK harus semakin ditingkatkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Potensi pesantren di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki daya saing yang tinggi.

Hanya saja pengelolaan dan SDM pesantren untuk menguasai dan mengakses TIK harus semakin ditingkatkan.

Menurut Rektor Telkom University (Tel-U), Adiwijaya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat kepada orang lainnya.

"Ilmu tanpa amal bagai pohon tanpa buah. Supaya berbuah, maka teman dosen kami ingin amalkan ilmunya, terutama yang bermanfaat bagi ummat," kata Adiwijaya melalui pesan elektronik, Rabu (25/11/2020), terkait Program Pengabdian Masyarakat "Innovillage Capacity Building Komunikasi Publik Pesantren LP3iA Rembang" di Bandung, akhir pekan lalu. 

Baca juga: Petugas PT PMgs KBB Catat Water Meter dengan Teknologi Realtime

Baca juga: Di Tengah Pandemi PT Telkom Tetap Lakukan Eksibisi Virtual Lewat Kecerdasan Teknologi Buatan Sendiri

Menurut Adiwijaya, Tim Innovillage Tel-U berbagi ilmu secara daring kepada santri dan santriwati di Pesantren LP3iA Narukan, Rembang pimpinan Gus Baha.

Dosen Tel-U lintas fakultas yakni dari Fakultas Komunikasi Bisnis (FKB), Fakultas Industri Kreatif (FIK), dan Fakultas Teknik Elektro (FTE), yaitu Muhammad Sufyan Abdurrahman, Aditya Ali, Choiria Anggraini, dan Asas Putra dari FKB, Anggar Erdhina Adi (FIK), dan Brahmantya Aji Pramudita (FTE) bertindak sebagai mentor.

Dosen FIK memberikan materi seputar Vlog, FTE tentang pembelajaran daring, sementara dosen FKB memberikan materi seputar komunikasi visual dan public relations. 

Adiwijaya menambahkan bahwa untuk menghadapi perubahan, diperlukan proses peningkatan kompetensi unsur pesantren dalam memberikan ilmunya ke masyarakat.

"Beradaptasi dalam hal ini, kami  sebagai seseorang yang terdidik, harus dapat mengimplementasikan inovasi-inovasi yang mampu bermanfaat bagi banyak orang," katanya. 

Halaman
123
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved