Breaking News:

Negara Ini Jadi Negara Pertama yang Sediakan Pembalut Perempuan Gratis, Tersedia di Gedung Publik

Di negara nantinya pembalut bisa didapat secara gratis. Disediakan di tempat-tempat publik, termasuk sekolah dan universitas.

Editor: taufik ismail
shutterstock via Tribunnews
Ilustrasi pembalut 

TRIBUNJABAR.ID - Di negara ini, perempuan yang membutuhkan pembalut bisa mendapatkannya secara gratis.

Negara ini pun disebut-sebut sebagai negara pertama yang menggratiskan pembalut.

Negara tersebut adalah Skotlandia yang berada di Benua Eropa.

Baca juga: BREAKING NEWS, Jalan Cianjur-Bandung Macet Total, Ribuan Buruh Gelar Aksi, Pakai Jalur Alternatif

Baca juga: Postingan Terakhir Menteri KKP Edhy Prabowo, Bahas Kunjungan di Amerika, Kini Dia Ditangkap KPK

Menurut CNN, Selasa (24/11/2020), Skotlandia menjadi negara pertama yang memberikan akses gratis dan menyeluruh bagi semua produk pembalut.

Produk pembalut, juga meliputi tampon, untuk semua fasilitas umum menjadi sebuah kemenangan bagi gerakan global melawan period poverty alias kurangnya akses ke produk sanitasi karena kendala finansial yang berdampak negatif pada kehidupan wanita.

Parlemen Skotlandia dengan suara bulat mendukung RUU Produk Menstruasi pada Selasa kemarin.

Itu artinya, produk pembalut perempuan akan tersedia secara gratis di semua gedung-gedung publik, termasuk sekolah juga universitas di seluruh Skotlandia.

Menurut Monica Lennon, anggota parlemen yang mengajukan RUU tersebut tahun lalu jelang pemungutan suara, "Kampanye itu telah didukung oleh koalisi luas termasuk serikat buruh, organisasi wanita dan badan amal."

Baca juga: Teka-teki di Sel Apa Millen Cyrus Ditempatkan Terjawab Sudah, Ini Kata Polisi

Baca juga: HEBOH Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ustadz Yusuf Mansur Unggah Foto Lobster: Salam Hormat Buat Bu Susi

Sebuah penelitian yang dilansir Yahoo News mengatakan bahwa 1 dari 10 anak perempuan di seluruh Inggris tidak mampu membeli pembalut menstruasi mereka.

Dan banyak dari mereka yang menggunakan produk yang tidak sesuai karena harganya sangatlah mahal.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved