Breaking News:

Menteri KKP Ditangkap KPK, Ini Efek Kebijakan Edhy Prabowo Ekspor Benur bagi Nelayan Sukabumi

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),

Instagram/edhy.prabowo
Menteri KKP Edhy Prabowo sebelum ditangkap KPK. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (25/11/2020) dini hari, atas dugaan kasus ekspor benur atau benih lobster.

Diketahui, izin ekspor benur ini dibuka oleh Edhy Prabowo setelah lima tahun dilarang oleh Menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti.

Lalu, bagaimana dampak dari pembukaan izin ekspor benur oleh Edhy Prabowo bagi nelayan Sukabumi?

Menurut Ketua Rukun Nelayan Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Asep JK, dengan dibukanya izin ekspor benur itu sangat menguntungkan bagi nelayan.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Sekolah, Main-main di Pagar yang Sudah Rapuh

Asep JK mengatakan, keuntungan yang didapat bagi nelayan itu tidak ada lagi nelayan yang ditangkap dan masuk penjara gegara kasus benur.

"Sejak kepemingpinan pak Edhy Prabowo dan permen KKP dicabut sangat menguntungkan buat nelayan kecil, karena tidak ada lagi nelayan dan pengepul yang ditangkap dan masuk penjara," ujar Asep saat kepada Tribunjabar.id via pesan singkat, Rabu (25/11/2020).

Ia mengatakan, keuntungan lain bagi nelayan kecil dengan dibukanya izin ekspor benur itu membuat nelayan yang tadinya tidak punya perahu menjadi mampu membeli perahu, serta membuat keuangan nelayan menjadi lancar.

"Keuntungan buat nelayan kecil dari yang tidak punyah perahu jadi kebeli perahu, tadinya kuli jadi juru batu sekarang sudah kebeli perahu dan harganya tinggi dan keuangannya lancar dikarenakan ada PT yang menerimanya," jelasnya.

Baca juga: Penampakan Rumah Plus Kolam Ikan Milik Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi yang Ditangkap KPK

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved