Pilkada Kabupaten Pangandaran

BPBD Siapkan Perahu Karet Saat Pemungutan dan Penghitungan Suara Pada Pilkada Pangandaran

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pangandaran bakal terlibat dalam Pilkada 2020

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
KPU Pangandaran saat menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan sistem rekapitulasi (Sirekap). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pangandaran bakal terlibat dalam Pilkada 2020, terutama saat pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pasalnya, ada beberapa TPS yang daerahnya masuk kategori rawan bencana seperti di Kecamatan Parigi, Cijulang, Kalipucang, Padaherang, Langkaplancar, Cigugur, dan Kecamatan Pangandaran.

Kepala Seksi Pencegahan, BPBD Pangandaran, Ranta, mengatakan, terkait hal ini, pihaknya telah menyiapkan peralatan supaya pelaksanaan Pilkada 2020 tetap berjalan lancar meskipun terjadi bencana seperti longsor dan banjir.

Baca juga: Ada Daerah Rawan Bencana, Pilkada Pangandaran 2020 Dapat Perhatian Khusus dari BPBD

Baca juga: Saat Pandemi Covid-19 DPRD Kabupaten Sukabumi Malah Kunker ke Pangandaran, Ini Penjelasan Ketua DPRD

"Untuk antisipasi banjir, kita sudah menyiapkan beberapa perahu karet. Longsor kita siapkan skop dan karung, termasuk dua petugas di setiap TPS yang rawan bencana," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Menurutnya, semua peralatan itu, harus disiapkan karena Pilkada 2020 ini digelar saat musim hujan yang bisa menyebabkan bencana, terutama banjir dan longsor di beberapa titik.

"Biasanya, banjir di Pangandaran itu terjadi setelah hujan deras karena aliran air dari sungai dan irigasi meluap," kata Ranta.

Ia mengatakan, untuk daerah yang rawan banjir itu biasanya terjadi di daerah yang berdekatan dengan aliran sungai, sehingga jika memungkinkan, TPS untuk Pilkada 2020 harus jauh dari sungai tersebut.

"Contohnya yang kemarin banjir saja, seperti di Babakan, Purbahayu, Bojong, Cikalong, dan Pasirkiara," ucapnya.

Meskipun, ada beberapa daerah yang rawan bencana, pihaknya mengimbau agar warga yang memiliki hak suara jangankhawatir dan harus tetap datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved