Breaking News:

APBD Jabar 2021 Disetujui Sebesar RP 44 Triliun, Ini Sektor-sektor yang Jadi Prioritas

Menurut Emil, ada beberapa hal yang menjadi prioritas dalam APBD Jabar 2021.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Hotel Savoy Homann Bandung, Selasa (17/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani persetujuan bersama pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jabar Tahun Anggaran (TA) 2021 atau APBD Jabar 2021 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Penandatanganan berlangsung dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (23/11/2020).

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan pemulihan ekonomi dan penanggulangan Covid-19 menjadi prioritas pembangunan Jabar pada 2021.

Baca juga: Ashanty Sempat Cecar Millen Cyrus Habis-habisan, Kini Ponakannya Bernasib Buruk Akibat Narkoba

Baca juga: Pernikahan Putri Habib Rizieq Kembali Memakan Korban, Ada Lagi Pejabat Dimutasi dan Dibebastugaskan

“APBD Provinsi Jawa Barat sudah disetujui, sedang kami kirim ke Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia) untuk dievaluasi Mendagri (Menteri Dalam Negeri),” ucap Emil.

“Di dalamnya memuat penguatan-penguatan pemulihan ekonomi paling utama, tetap mengedepankan juga dukungan penanggulangan Covid-19 bersamaan dengan vaksin yang akan menjadi tema penanggulangan Covid-19,” katanya.

Emil mengatakan, pihaknya akan mengurangi belanja daerah dengan menerapkan sistem digital dalam berbagai urusan pemerintahan pada 2021.

Dengan penerapan sistem digital, katanya, Pemerintah Provinsi Jabar dapat menghemat belanja daerah ratusan miliar.

“Kami juga terus mencari sumber-sumber pendapatan daerah, walaupun pendapatan kami turun. Jadi, saya sudah memerintahkan pengurangan banyak sekali belanja pemerintah. Salah satu contoh semua urusan tahun depan akan digital untuk menghemat ratusan miliar yang biasa kita belanjakan untuk ATK (Alat Tulis Kantor) dan lain-lain. Ini adalah keharusan kewajiban yang akan menjadi pola hidup dalam pembangunan di Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, menurut Emil, melalui dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jabar akan mengakselerasi pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktrur di bidang kesehatan.

Baca juga: Bacaan Doa dan Dzikir Dibaca Rasullah SAW setelah Sholat Dhuha Membuka Pintu Taubat dan Pintu Rezeki

Baca juga: Beda dengan Oktober Ada Libur Panjang, Tak Ada Jatah Libur Akhir Tahun 2020, Ini Alasan Pemerintah

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved