Breaking News:

Mau Wisata Off Road? Kini Wisatawan Tak Lagi Waswas, Pemilik Mobil Sudah Jalankan Protokol Kesehatan

Off road dengan protokol kesehatan. Ini kegiatan hari terakhir kampanye protokol kesehatan dan CHSE Kemenparekpar.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Peserta Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di sejumlah tempat wisata tematik berfoto bersama di Rancaupa sebelum offroad. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wisata Edukasi Tematik Nusantara Adventure in West Java dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ditutup dengan rangkaian berkemah, offroad, dan mengunjungi pelaku UMKM di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/11/2020). 

Kegiatan yang melibatkan sejumlah mahasiswa, duta pariwisata serta komunitas ini bertujuan untuk mengkampanyekan protokol kesehatan offroad dan penerapan Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di sejumlah tempat wisata tematik di tiga daerah yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung.

Daffa Aulia Azka Nanda salah satu peserta dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) mengaku antusias mengikuti semua rangkaian program kampanye protokol kesehatan CHSE di tempat wisata.

Baca juga: TEGAS, Pemkab Cianjur Tak Izinkan Tablig Akbar yang Akan Dihadiri Habib Rizieq, Ini Alasannya

Baca juga: Warga Bandung, Jangan Kaget Jika Ada Gadis Cantic Datang ke Rumah, Sedang Kampanye Ingat Pacarku

"Senang, kebetulan saya jurusan Manajemen Destinasi Pariwisata, jadi tahu dan bisa melihat bagaimana me-manage pariswara seperti apa, bisa jadi konsultan untuk pariwisata juga," ujar Daffa, saat ditemui di Kampung Cai Rancaupas, Sabtu (21/11/2020). 

Selama kegiatan, kata dia, protokol kesehatan dan CHSE menjadi fokus utama dalam kampanye wisata tematik ini. 

"Protokol kesehatannya sudah berjalan baik, buat masyarakat yang ingin wisata sudah aman, sekalian membangkitkan ekonomi pariwisata juga," katanya.

Hamdani, salah satu pemilik mobil offroad Land Rover club Bandung menambahkan, selama pandemi Covid-19, semua mobil yang biasa digunakan mengantar wisatawan tidak beroperasi atau terparkir di garasi hampir selama lima bulan. 

Baca juga: Polisi Sudah Periksa Gisel Terkait Video Panas Mirip Dia, Pemeran Utama Sudah Terkuak?

Baca juga: Cantiknya Bayi Zaskia Gotik dan Sirajuddin Mahmud, Mirip Mama Papanya, Namanya Arsila

"Sekarang sudah dua bulan terakhir mulai operasional lagi. Sudah lumayan sih, tapi belum begitu ramai. Dulu seminggu bisa tiga empat kali, kalau sekarang paling seminggu cuma satu," ujar Hamdani. 

Pihaknya pun, kata dia, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan mensterilkan mobil sebelum digunakan wisatawan. 

"Kami juga sekarang sudah menerapkan protokol kesehatan, penumpang wajib pakai masker pakai hand sanitizer, mobilnya juga sudah kami sterilkan menggunakan disinfektan. Kapasitas juga dikurangi, dulunya tujuh orang sekarang jadi maksimal lima orang," katanya. 

Jadi, kata dia, buat masyarakat yang ingin liburan atau wisata offroad, tidak perlu khwatir karena mereka sudah menerapkan protokol kesehatan. 

Baca juga: BARU Saja Terjadi Gempa Bumi Kembar Guncang Labuha Maluku, yang Kedua Lebih Besar, Ini Kata BMKG

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved