Breaking News:

Kubu FPI Habib Rizieq Beri Jawaban Soal Ancaman Pembubaran oleh TNI

Kubu FPI memberikan jawaban menohok soal ancaman pembubaran FPI dari TNI yang saat itu dilontarkan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman.

Tribunnews/Jeprima
Massa pendukung Front Pembela Islam (FPI) saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan anak Habib Rizieq Syihab di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020). 

Kubu FPI memberikan jawaban menohok soal ancaman pembubaran FPI dari TNI yang saat itu dilontarkan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman.

FPI ungkit rakyat membayar pajak dan berhak mendapatkan perlindungan dari negara, termasuk TNI.

FPI menyarankan TNI fokus bubarkan teroris, seperti Organisasi Papua Merdeka yang sering membuat onar dan membunuh warga sipil.

Baca juga: Penyidik Polda Jabar Rencanakan Panggil Habib Rizieq, Soal Kerumunan di Megamendung

Baca juga: TEGAS, Polda Jabar Tidak Akan Beri Izin Kegiatan Habib Rizieq di Cianjur

//

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta untuk fokus membubarkan Organisasi Papua Merdeka (OPM), dibanding mengancam keberadaan Front Pembela Islam (FPI). 

Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar mengatakan, selama ini FPI bertindak selalu berdasarkan hukum yang berlaku, dan bagaimana juga caranya TNI membubarkan FPI. 

"Itu OPM yang jelas teroris, menyerang aparat dan masyarakat aja bertahun-tahun tidak dibubarin. OPM lebih urgent dibubarkan, kemarin menyerang masyarakat sipil hingga menewaskan dua orang," papar Aziz saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

"Harus segera dikerahkan ke sana mendesak, rakyat bayar pajak untuk melindungi mereka dari serangan teroris bersenjata, antara lain OPM. Bukan untuk urus baliho dan FPI yang jelas banyak kontribusi untuk umat, jangan kecewakan harapan rakyat," papar Aziz.

Polri-TNI ketika melakukan pencopotan baliho bergambar RIzieq Shihab di Jakarta, Jumat (20/11/2020).
Polri-TNI ketika melakukan pencopotan baliho bergambar RIzieq Shihab di Jakarta, Jumat (20/11/2020). (Via Kompas.com)

Sebelumnya, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman menanggapi  terkait video sejumlah prajurit TNI yang mencopot baliho bergambar Imam Besar FPI Rizieq Shihab atau Habib Rizieq beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Jika Ridwan Kamil Dilengserkan Gara-gara Acara Habib Rizieq, Iklas, Kutip Al Quran Surat Ali Imran

Baca juga: Tingkah Anak Bungsu Sule Bikin Ayahnya Mengalah, Ternyata Sesayang Ini ke Nathalie Holscher

Dudung menegaskan bahwa dirinya yang memerintahkan para prajurit TNI untuk mencopot baliho. 

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq. Itu perintah saya. Itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu. Begini, kalau siapapun di Republik ini, siapapun, ini negara-negara hukum. Harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho itu sudah jelas ada aturannya. Ada bayar pajaknya. Tempatnya sudah ditentukan," kata Dudung di kawasan Monas Jakarta Pusat pada Jumat (20/11/2020).

Profil Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Orang yang memerintahkan penurunan baliho Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.
Profil Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Orang yang memerintahkan penurunan baliho Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. (Tangkap layar YouTube Kompas TV)

Ia pun menegaskan agar FPI tidak bertindak seenaknya sendiri dan merasa paling benar. 

"Jangan seenaknya sendiri. Seakan-akan dia yang paling benar. Tidak ada itu! Tidak ada. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu! Bubarkan saja!" kata Dudung.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jawab Ancaman Pangdam Jaya, FPI: OPM Bertahun-tahun Serang Masyarakat Tidak Dibubarkan, https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/11/21/jawab-ancaman-pangdam-jaya-fpi-opm-bertahun-tahun-serang-masyarakat-tidak-dibubarkan.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved