Muntah Terus-menerus, Keluarga Sempat Waswas Kondisi Febi, Diduga Jadi Korban Keracunan

Kondisi Febi (17)  membuat waswas keluarganya karena terus-menerus muntah. Dalam kondisi hamil, dia diduga keracunan hidangan prasmanan.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Ida (39) tengah menunggui Febi (17), menantunya, di Puskesmas Tinewati, Selasa (17/11) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kondisi Febi (17)  membuat waswas keluarganya karena terus-menerus muntah. Dalam kondisi hamil, dia diduga keracunan hidangan prasmanan.

Febi adalah satu di antara korban dugaan keracunan hidangan prasmanan perayaan ulang tahun di Kampung Cintawana, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Minggu (15/11/2020) malam Febi dibawa ke Puskesmas Tinewati untuk menjalani perawatan.

Dokter yang memeriksa sempat menyiapkan rujukan bagi Febi karena khawatir dengan kondisi bayi yang dikandungnya.

"Dokter sempat memeriksa kondisi kandungan Febi akibat keseringan muntah. Khawatir menggangu janin," kata Ida (39), mertua Febi, saat ditemui di Puskesmas Tinewati, Selasa (17/11/2020) siang.

Ida menuturkan, menantunya itu saat ini tengah mengandung dengan usia kandungan tujuh bulan. Kondisi Febi sendiri tampak masih lemah.

Baca juga: TribunBanten.com Hadir, Mata Lokal di Banten Menjangkau Indonesia

"Kami sempat waswas ketika dokter bilang Febi harus dirujuk ke rumah sakit. Tapi alhamdulillah tidak jadi karena dokter yang terus memantau menyebut kondisi Febi mulai stabil," ujar Ida.

Korban dugaan keracunan hidangan prasmanan ini hingga Selasa (17/11) petang mencapai 74 orang.

Sebanyak 35 di antaranya masih dirawat.

Baca juga: Spanyol Mendadak Jadi Raja Tega, Jerman Rasakan Kekalahan yang Bikin Malu Tujuh Turunan

Sebanyak 30 korban dirawat di Madrasah Diniyah Al Barokah, Kampung Cilimus, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, dan lima lagi dirawat di Puskesmas Tinewati.

"Belum diketahui penyebabnya. Tapi kami sudah mengambil sampel muntahan seorang korban dan dikirim ke labkes di Bandung," kata Dokter Puskesmas Tanjungjaya, dr Fitriani Adzani Firdaus, di Madrasah Al Barokah. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved