Breaking News:

Jaswita Jabar Tandatangani MoU dengan Mitra Strategis, Tawarkan Empat Proyek Investasi di WJIS 2020

PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) turut mendukung dan berpartisipasi secara aktif dalam event West Java Investment Summit (WJIS) 2020

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
ILUSTRASI: BUMD milik Pemprov Jabar, PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar ( Jaswita Jabar) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Kehutanan Negara ( Perum Perhutani) dalam mengembangkan kawasan wanawisata Ranca Upas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) turut mendukung dan berpartisipasi secara aktif dalam event West Java Investment Summit (WJIS) 2020 yang digelar di Hotel Savoy Homan Kota Bandung sejak Senin (16/10).

Pada hari kedua penyelenggaraan event promosi investasi Jawa Barat ini, Jaswita Jabar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PTPN VIII terkait pengelolaan kawasan wisata Ciater yang disaksikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Selain MoU dengan PTPN VIII, pada WJIS 2020 hari kedua ini, Jaswita Jabar juga menawarkan empat proyek strategis di berbagai lokasi di Jawa Barat. Dalam kesempatan market sounding, Jaswita Jabar memaparkan empat proyek yang ditawarkan kepada para investor yang hadir di Hotel Savoy Homann, juga yang mengikuti acara secara online.

Baca juga: TribunBanten.com Hadir, Mata Lokal di Banten Menjangkau Indonesia

Baca juga: Investasi di Jabar Mengalir, Tahun Ini Capai Rp 380 Triliun, BI Minta Jangan Berhenti di Komitmen

Ke empat proyek investasi tersebut adalah pembangunan hotel kapsul di Jalan Ambon Kota Bandung senilai 7,2 miliar, pembangunan pasar kreatif Cikutra di Jalan Cikutra Kota Bandung senilai Rp 212 miliar, pembangunan kawasan ekowisata Hejo Forest di Rancabali Kabupaten Bandung senilai Rp 6,5 miliar, serta pembangunan pondok seni di Pangandaran senilai Rp 12,9 miliar.

Menurut Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) Deni Nurdyana Hadimin, empat proyek investasi yang ditawarkan Jaswita Jabar ini seluruhnya merupakan proyek unggulan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Barat.

“Tawaran investasi di empat proyek ini, sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat yaitu menjadikan pariwisata sebagai gerbong pembangunan ekonomi, dan juga selaras dengan visi Jaswita Jabar untuk menjadikan Jaswita Jabar sebagai perusahaan unggulan di bidang pariwisata pada tahun 2025 mendatang,” katanya di Bandung, Rabu (18/11/2020).

Keempat proyek ini, kata Deni, ditawarkan kepada investor dengan model pendanaan berupa pinjaman lunak, kemitraan strategis, maupun investasi langsung.

Skema bisnisnya pun bervariasi, mulai dari pengelolaan langsung oleh Jaswita Jabar maupun kerjasama pengelolaan dengan mitra investor.

Semua proyek ini menurut Deni ditawarkan kepada investor karena tidak mungkin ke-empat proyek ini dibiayai sendiri oleh Jaswita.

“Dalam kondisi perekonomian yang terdampak Covid-19, salah satu opsi pembiayaan yang paling memungkinkan adalah dengan mengundang investor untuk bersama-sama membangun proyek pendukung pariwisata ini bersama-sama,” katanya.

Pada sore harinya, Jaswita Jabar dan Perjanjian Kerjasama (PKS) di antaranya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat terkait Pengembangan dan pengelolaan Pondok Seni Pangandaran Jawa Barat, Perjanjian Kerahasiaan (Non Disclosure Agreement) antara Jaswita Jabar dengan PT Kinerja Pay Indonesia untuk pembangunan proyek di kawasan Jawa Barat.

Kemudian penandatangan MoU Jaswita Jabar dengan PT Kinerja Pay Indonesia berupa Kerjasama Pembangunan Proyek Di Kawasan Jawa Barat, dan perjanjian pendahuluan kerjasama pengembangan dan pengelolaan Hejo Forest Eco Tourism antara JSW - PT Bina Wana Lestari. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved