Breaking News:

Investasi di Jabar Mengalir, Tahun Ini Capai Rp 380 Triliun, BI Minta Jangan Berhenti di Komitmen

Meski dilakukan secara daring karena pandemi Covid-19, West Java Investment Summit (WJIS) 2020 mencatatkan komitmen dan transaksi yang fenomenal.

Istimewa
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Barat, Herawanto di acara West Java Investment Summit (WJIS) 2020, di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (17/11/2020). 

“Forum WJIS ini menjadi critical untuk mengangkat turisme dan infrastruktur,” katanya. 

KPwBI Jabar mendorong di Pemda Provinsi Jabar karena provinsi ini paling kompetitif di Indonesia. Menurut Herawanto, indeks daya saing ekonomi Jabar lima tahun terakhir angkanya 4,6 dengan saingan terdekat Yogyakarta di angka 4,8 dan Jawa Tengah di angka 5. Dengan fakta ini berarti Jabar sejajar dengan Thailand dan Filipina.

“Jabar comparable dengan kedua negara ini, inilah yang dilihat oleh investor,” kata Herawanto. 

Dia berpesan agar Pemda Provinsi Jabar dapat memaksimalkan event WJIS dengan menjaga investor tetap menanamkan modalnya di Jabar. Menurutnya, hal penting yang harus dijaga adalah investasi dan komitmen. Realisasi akan sangat bergantung dari kesiapan tempat investasi.

“Kalau hanya berhenti di komitmen akan sangat sayang. Caranya melalui regulasi yang mendukung, media juga berperan,” sebutnya. 

Satu hal lagi, kata Herawanto, yang perlu ditingkatkan Pemda Prov Jabar adalah  koordinasi dengan kabupaten kota. Dia tidak menilai koordinasi yang dilakukan saat ini keluar jalur, tapi masih ada pemandangan di satu sisi provinsi sangat baik pada saat bersamaan kabupaten kota belum sesiap provinsi.

WJIS 2020 hari kedua menunjukkan perkembangan positif. Dari one on one meeting dengan investor, BUMD milik Pemda Provinsi Jabar yakni PT Jaswita (Perseroda) mencatatkan MoU dengan PTPN dan beberapa investor dalam negeri dan luar negeri seperti Singapura. Pada WJIS 2020, Jaswita sendiri menawarkan proyek Kapsul Hotel, Hejo Forest, dan Creatif Market. 

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat Noneng Komara, proyek yang siap ditawarkan (ready to offer) dalam WJIS peminatnya mencapai 1.443 investor di mana masing- masing proyek ada sekitar 100 partisipan yang meminta.

Selain mendongkrak turisme dan infrastruktur, WJIS 2020 juga menjadi pintu perdagangan dan UMKM. “Highlight WIJS 2020 adalah pariwisata dan perdagangan. Pada masa pandemi ini, WJIS ini akan sangat mudah dimasuki perdagangan oleh UMKM,” sebut Noneng.

Noneng mengapresiasi komitmen KPwBI Jawa Barat untuk menyelenggarakan WJIS, yang memungkinkan tujuh kepala daerah kabupaten kota sepakat dengan gubernur membentuk Rebana Metropolitan.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved