Penanganan Virus Corona

Antisipasi Lonjakan Angka Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pemkab Sukabumi Siapkan Gedung Isolasi

Pemkab Sukabumi terus melakukan pengkajian gedung yang bisa digunakan untuk ruang isolasi pasien Covid-19.

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhammad 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi terus melakukan pengkajian gedung yang bisa digunakan untuk ruang isolasi pasien Covid-19.

Sebelumnya kajian dilakukan di Rusunamawa di Palabuhanratu, kini Pemkab telah mengkaji Asrama Haji dan Cimalati untuk menjadi gedung isolasi.

Hal itu diungkapkan Pjs Bupati Sukabumi, R Gani Muhammad saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/11/2020).

Baca juga: Jerman Dilumat Spanyol 0-6, Pemain Real Madrid Ini Malu dan Merasa Diajari Cara Bermain Sepak Bola

"Ruang isolasi yang terkonsentrasi menjadi bahasan prioritas Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi. Hal itu dilakukan untuk antisipasi apabila terjadi penambahan pasien dengan jumlah besar," katanya pada wartawan.

Berdasarkan hasil rapat terakhir dengan Satgas Covid-19, lanjut dia, pihaknya masih melakukan kelayakan beberapa gedung, diantaranya mulai dari Asrama Haji yang berlokasi di Cikembar dan gedung di Cimalati, Kecamatan Cicurug.

"Berbagai potensi penambahan pasien dari kerumunan masa dalam kurun waktu terakhir ini menjadi dasar Pemkab dan Satgas Covid-19, agar segera memiliki gedung isolasi yang terkonsentrasi," katanya.

Dirinya mengatakan, adanya beberapa peristiwa yang mengumpulkan kerumunan masa seperti aksi unjuk rasa Omnibuslaw UU Cipta Kerja, cuti bersama, kegiatan-kegiatan keagamaan hingga aksi yang memprotes pernyataan Presiden Prancis.

"Adanya beberapa aksi dan libur cuti bersaama kemari memang sangat mempengaruhi trend keanikan kasu pasien teronfrimasi positif Covid-19 terus mengalami peningkatan," katanya.

Baca juga: Fenomena Alam di Bandung, Bentuk Awan Mirip Asap Ledakan Bom Nuklir, Petir Menyambar di Dalamnya

Dirinya mengatakan, beberapa gedung yang tengah dilakukan pengkajian itu diharapkan tidak sampai terjadi digunakan. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan.

"Kami juga terus memberikan edukasi kepada warga, kami juga melibatkan peranan ulama dan menggencarkan gerkan Gebrak Masker, diwilayah Kabupaten Sukabumi" ucapnya

Baca juga: HATI-hati, Ular Sudah Memasuki Musim Menetas, Ini Saran dari Panji Petualang Agar Tak Masuk Rumah

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Tribunjabar.id, grup Tribunnews.com, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M ( *wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan, dan wajib selalu menjaga jarak* ).

Bersama-kita lawan virus corona.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved