Breaking News:

Ini Daftar Perusahaan yang Dalam Persiapan Investasi di Jabar, dari Amazon Hingga Mubadala

Ini sejumlah perusahaan yang siap menanamkan investasinya di Jawa Barat. Ada Amazon dan Mubadala.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Provinsi Jawa Barat masih menjadi primadona tujuan para investor asing maupun dalam negeri untuk menanamkan modalnya.

Hingga pekan ketiga November 2020, Jabar berhasil mencatat total investasi lebih dari Rp 380 triliun. 

"Jabar sudah tiga tahun ranking satu investasi dan ini sangat membanggakan. Tahun ini realisasi investasi tetap juara, mendekati 90 triliun rupiah. Jabar juga infrastrukturnya terbaik, manusianya paling produktif," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Ini Dia Irjen Ahmad Dofiri Wong Dermayu yang Jadi Kapolda Jabar, Pernah di Bandung Jadi Pakuan Dua

Baca juga: Kapolda Jabar Dicopot Gara-gara Kasus Megamendung, Padahal Profilnya Bukan Orang Sembarangan

Baca juga: Baru Saja Terjadi, Gempa Bumi 6,3 Melanda Sumatera Barat, Ini Kata BMKG

Adapun total nilai investasi lebih dari Rp 380 triliun sendiri bersumber dari empat kategori, yakni pertama adalah realized investment atau nilai realisasi investasi periode Januari hingga September 2020, kemudian preparation stage atau tahap persiapan investasi, ketiga adalah commitment stage atau tahap komitmen investasi, dan keempat adalag ready to offer atau nilai tahap investasi siap tender.

Untuk kategori pertama, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari hingga September 2020, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi berdasarkan lokasi dengan nilai mencapai Rp 86,3 triliun atau 14,1 persen.

Rinciannya, pada periode Januari-September 2020, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di 27 kabupaten/kota se-Jabar mencapai Rp 86.323.373.390.530 dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.627 orang serta 13.386 jumlah proyek.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Noneng Komara Nengsih, mengatakan, dari berbagai investasi yang ada, lima sektor yang paling diminati investor adalah konstruksi, transportasi, gudang & komunikasi, perumahan, kawasan industri & perkantoran, listrik, gas & air, serta industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain.

"Untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin & elektronika, industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain, serta transportasi, gudang & komunikasi," ucap Noneng.

Kategori nilai tahap persiapan investasi berasal dari 11 investor, yakni PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, PT Amazon Data Services Indonesia, PT UPC Sukabumi Bayu Energi, PT Kereta Cepat Indonesia China, PT Tanjung Jati Power Company, PT Pertamina Power Indonesia dan PT Jawa Satu Power, PT Premier Qualitas Indonesia dan Trisula Group, Masdar Mubadala Company, China Petroleum Corporation, Frisian Flag Indonesia, dan PT Jasa Marga Japek Selatan. 

Baca juga: Hotel Bintang 3 dan 5 Serta Fasilitas MICE Akan Dibangun di Bandara Kertajati

Baca juga: Cari Mobil Murah? Ini Daftar Mobil Bekas Harga di Bawah Rp 50 Juta Per November 2020

Halaman
1234
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved