Breaking News:

BUMD Jabar Jasa Sarana Panen Kerjasama di WJIS, dari Pembangunan Rumah Sakit hingga Infrastruktur IT

Sejumlah BUMD milik Pemprov Jawa Barat memanen proyek kerjasama dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020, tidak terkecuali PT Jasa Sarana

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
BUMD Jabar Jasa Sarana Panen Kerjasama di WJIS, dari Pembangunan Rumah Sakit hingga Infrastruktur IT 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanen proyek kerjasama dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020, tidak terkecuali PT Jasa Sarana.

Selaku BUMD infrastruktur, Jasa Sarana meneken kerjasama investasi bersama sejumlah mitra strategis dalam kesempatan tersebut.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan pihaknya dalam WJIS 2020 berperan serta menawarkan proyek-proyek strategis di Provinsi Jawa Barat, dengan mengusung konteks kerja sama dan pembiayaan infrastruktur strategis.

Baca juga: Investasi Jabar Meroket Jadi Rp 380 Triliun Meski Ada Pandemi, Ini 16 Proyek Investasi Ditawarkan

Baca juga: Ini Daftar Perusahaan yang Dalam Persiapan Investasi di Jabar, dari Amazon Hingga Mubadala

Baca juga: Ridwan Kamil Kirim Pesan kepada Habib Rizieq Shihab

Hal ini untuk dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat di tenfah pandemi Covid-19.

“Guna mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Jawa Barat, Jasa Sarana berkomitmen untuk dapat mengelola dan mengakselerasi pembangunan, berfokus pada pengembangan sektor infrastruktur,” katanya di Bandung, Selasa (17/11/2020).

Pada WJIS 2020 ini, Jasa Sarana menandatangani MoU bersama Aspen & Docta Pty Ltd untuk pembangunan infrastruktur rumah sakit dan PT Rajawali Nusindo sebagai penunjang sarana pendukung rumah sakit.

Hal ini disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dubes Indonesia untuk Australia Kristiarto S. Legowo dan juga Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan.

Hanif menuturkan peka terhadap tantangan bisnis infrastruktur pada era baru, BUMD Jasa Sarana tidak saja mengembangkan infrastruktur kesehatan, namun juga melakukan pengembangan proyek-proyek infrastruktur lainnya di Jawa Barat dengan menggandeng PT Gobel International dan beberapa partner lainnya.

Direktur Investasi Jasa Sarana Indrawan Sumantri menambahkan untuk mengembangkan kinerja anak perusahaan, Jasa Sarana juga bekerjasama dengan institusi nonperbankan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pendanaan proyek waste to RDF TPPAS Lulut Nambo.

“Lalu, Indonesia Infrastructure Finance untuk pembiayaan ekspansi PT Jasa Medivest, PT Lumbung Dana Indonesia untuk pengembangan jaringan gas, PT Investree Radhika Jaya yang mendukung UMKM di Jawa Barat, dan PT Finnet Indonesia untuk payment gateway, keduanya untuk pengembangan Infrastruktur IT,” tuturnya.

BUMD Jasa Sarana mengusung rumusan pembangunan infrastruktur, bersama para mitra strategis untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

West Java Investment Summit (WJIS) 2020 menjadi ajang tahunan tersebut dalam rangka mempromosikan investasi di Jawa Barat.

Dalam rangka mempromosikan investasi di Jawa Barat, lebih dari 1.400 calon investor baik lokal maupun internasional turut berpartisipasi menangkap peluang investasi yang ditawarkan Provinsi Jawa Barat

Adapun, beberapa investor yang telah mengkonfirmasi kehadirannya berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang, Hongkong, Australia, Jerman, Perancis, Finlandia dan Amerika Serikat. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved