Breaking News:

Tidak Disiplin Terapkan Ini Saat AKB, Tempat Hiburan dan Perbelanjaan Bisa ditutup Kembali

Setiap sektor yang sudah di relaksasi atau mendapatkan izin operasional wajib patuh pada Peraturan Walikota (Perwal)

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Harian tim gugus percepatan penangan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meminta semua sektor yang sudah diberikan izin operasional taat pada aturan yang berlaku.

Setiap sektor yang sudah di relaksasi atau mendapatkan izin operasional wajib patuh pada Peraturan Walikota (Perwal) nomor 52 perubahan ketiga dari Perwal nomor 37 tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Dikatakan Ema, selama ini Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) rutin melaporkan bagaimana kondisi di sektor hiburan dan pusat perbelanjaan.

Baca juga: Disiplin Cegah Covid-19, Instansi Ini Setiap Jam Pulang Kantor Lakukan Hal Ini, Bisa Jadi Contoh

"Dari laporan tidak ditemukan kasus (penularan Covid-19) dari tempat yang sudah di relaksasi, tapi sebagai langkah antisipasi tetap harus dioptimalkan. Mereka harus lebih gencar melihat bagaimana aktivitas di sana," ujar Ema, saat ditemui di Balai Kota Bandung, belum lama ini.

Menurut Ema, jika sampai ada pelanggaran yang dilakukan pemilik usaha baik itu hiburan atau perbelanjaan, maka bukan tidak mungkin relaksasinya bakal dikurangi.

Baca juga: RUU Minol, Daerah Ini Punya Perda Minumal Berakohol, Ada Aturan Khusus, Pelanggar didenda 50 Juta

"Satgasnya harus terus mengawasi, daya tampung juga harus 50 persen, jangan memaksakan karena demi peluang ekonomi, ini masa AKB kalau sudah normal silakan 100 persen juga," katanya.

Bahkan, sambung Ema, tidak menutup kemungkinan Perwal bakal diubah menjadi lebih ketat jika angka penularan virus corona kembali tinggi atau tidak terkendali.

Baca juga: Dilatari Dendam, Polisi Bekul Lima Pelaku Penganiayaan di Kabupaten Bandung yang Videonya Viral

"Kalau kasusnya terus meningkat dan RT (angka reproduksi) nya di atas satu dan masuk zona merah, Perwal akan diubah, relaksasi juga bisa dikurangi bukan ditambah dan itu tidak diharapkan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved