Investasi Jabar Meroket Jadi Rp 380 Triliun Meski Ada Pandemi, Ini 16 Proyek Investasi Ditawarkan

Di tengah pandemi Covid-19, nilai investasi ke Jawa Barat pada 2020 tercatat meroket hingga Rp 380 triliun atau 27,154 miliar USD.

Tribun Jogja
Ilustrasi Investasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah pandemi Covid-19, nilai investasi ke Jawa Barat pada 2020 tercatat meroket hingga Rp 380 triliun atau 27,154 miliar USD.

Angka tersebut adalah realisasi investasi pada Semester I 2020 yang mencapai Rp 86,3 triliun atau 6,16 miliar USD, lalu tahapan persiapan investasi yang nilainya mencapai Rp 347 triliun atau 17,9 miliar USD dari 11 perusahaan nasional dan internasional, di antaranya adalah Hyundai dan Amazon Web Service.

Tahapan ketiga datang dari komitmen investasi lima proyek garapan BUMD dengan sejumlah pihak yang berjumlah Rp 4,01 triliun atau senilai 0,29 miliar USD.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih dalam acara Road to Indonesia Investment Day  di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (29/9/2020).
 
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih dalam acara Road to Indonesia Investment Day  di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (29/9/2020).   (Istimewa)

Baca juga: Info Lowongan Kerja, Unilever Tengah Buka Program Magang, Peserta Dapat Tunjangan yang Kompetitif

Baca juga: Ini Besaran UMK Kabupaten Indramayu 2021 yang Diusulkan ke Gubernur, Naik?

Keempat, datang dari 16 proyek investasi yang ditawarkan di ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2020 senilai Rp 40 triliun atau 2,80 miliar USD.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Jawa Barat dalam hal ini menunjukan kekuatannya sebagai wilayah primadona investasi, baik dalam maupun luar negeri, walaupun masih berada dalam situasi pandemi Covid-19.

“Selama pandemi, investasi malah meningkat sampai Rp 380 triliun. Komitmen realisasi investasi menunjukan bahwa Jawa Barat disukai dan dicintai investor,” katanya di acara West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Savoy Homann, Bandung, Senin (16/11/2020).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara, mengatakan realisasi, eksekusi investasi mangkrak, komitmen, dan tawaran proyek investasi, membuat nilai investasi ke Jawa Barat kian tinggi.

Menurutnya, sumbangan investasi dari kategori investasi yang memasuki tahapan akan bergulir dalam tiga sampai lima tahun ke depan.

Mengawal investasi besar tersebut menurutnya akan menjadi komitmen pihaknya agar arus investasi ke Jawa Barat terus terjaga.

Pada periode Januari hingga September 2020, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di 27 kabupaten/kota se-Jabar mencapai Rp 86,3 triliun dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.627 orang serta 13.386 jumlah proyek.

Dari berbagai investasi yang ada, lima sektor yang paling diminati investor adalah konstruksi transportasi, gudang dan komunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, bidang listrik, gas, dan air, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain.

"Untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin dan elektronika, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, serta transportasi, gudang dan komunikasi," tutur Noneng.

Noneng mengatakan, WJIS 2020 pun diharapkan bisa mendorong realisasi investasi Jabar di triwulan IV sebelum menutup 2020 dan memicu pertumbuhan ekonomi Jabar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved