Selasa, 19 Mei 2026

Disiplin Protokol Kesehatan Harus Dievaluasi untuk Tekan Kasus Covid-19

Untuk lebih menekan angka Covid-19, maka kedisiplinan protokol kesehatan harus dievaluasi.

Tayang:
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
Tribun Jabar/ Tiah SM
Camat Astanaanyar Kota Bandung, Syukur Sabar saat memberikan edukasi kepada warganya, Senin (9/11/2020), Syukur Sabar kerap menyusuri gang sempit padat penduduk sejak munculnya Covid-19, untuk memberikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan 3M. 

BANDUNG, TRIBUN – Bupati Bandung, Dadang M Naser, terus mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan di semua sektor.

Protokol kesehatan adalah kunci dari relaksasi di semua sektor, tak terkecuali sektor pendidikan. Meskipun sektor pendidikan belum direlaksasi, namun pemerintah berencana untuk membuka kembali sekolah-sekolah jika memang kasus Covid-19 bisa terus ditekan di Kabupaten Bandung.

"Apalagi sebentar lagi sekolah akan dibuka, pabrik sudah beroperasi kembali, jadi mari kita bersama-sama galakan protokol kesehatan, karena ini tanggungjawab kita semua,” ujar Dadang pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Bandung di Bale Rame Sabilulungan, Jumat (13/11/2020).

Menurut Bupati, peringatan HKN tahun 2020, menjadi momentum mengevaluasi dan menggalakkan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para tenaga medis, yang sudah bekerja keras tanpa mengenal waktu. Pengorbanan yang diberikan tidak bisa dibayar dengan materi apapun. Apresiasi dan salam hormat untuk tenaga medis kita,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana Purnami, memaparkan, peringatan HKN harus dijadikan momentun untuk mengingatkan kembali masyarakat bahwa Covid-19 masih ada. Untuk mengingatkan masyarakat, pihaknya membagikan masker, melakukan penempelan stiker pada kendaraan umum, pribadi, dan pertokoan, serta sosialisasi melalui media sosial. “Untuk itu, saya mengajak semua pihak tidak lengah apalagi abai soal protokol kesehatan,” kata Grace.

Hal serupa pun dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, yang meminta warga terus menaati protokol kesehatan, apalagi saat ini bermunculan klaster keluarga. "Terapkan selalu protokol kesehatan saat ke luar rumah. Kemudian saat kembali dari bepergian selalu mandi dan ganti baju," ujar Uus.

Di Kabupaten Indramayu, juru bicara Satgas Covid-19 Deden Bonni Koswara mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir ini, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 26 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sehari, Sabtu (14/11/2020).

Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap enteng dan meremehkan penyebaran virus. "Selalu lakukan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) karena penularan Covid-19 bisa terjadi di mana pun dan kapan pun," ujar dia.

Di Cirebon, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, meminta warga untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini sebagai upaya untuk menekan angka kasus Covid-19 yang melonjak. Kasus Covid-19 di Kota Cirebon kini telah mencapai 662 orang.

"Kami minta masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujar Edy.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved