BBM Jenis Premium dihapus Januari 2021? Berikut Daerah yang Tidak Ada Lagi Premium, Ini Kata KLHK
Rencana tersebut disebut sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai batasan RON
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wacana tentang penghapusan bahan bakar minyak atau BBM jenis premium sudah sering mencuat.
Namun realisasi untuk penghapusan premium masih belum diputuskan, mengingat pengguna BBM jenis ini paling banyak dari jenis BBM lainnya.
Tapi benarkah rencana penghapusan BBM bakal terealisasi di awal tahun depan?
Baca juga: Debat Kedua Pilkada Kabupaten Bandung 2020 Nanti Malam, Pasangan Bedas Yakin Menangi Debat
Dikutip dari Grid.Id. siap-siap, BBM jenis premium atau bensin tak lama lagi akan hilang dari peredaran.
Tentu saja keputusan dihapusnya premium ini cukup mengejutkan publik.
Bagaimana tidak? Premium masih menjadi primadona di kalangan rakyat menengah ke bawah.
Rencana tersebut disebut sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai batasan Research Octane Number (RON).
Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19, Gejala Corona Virus Juga Bertambah, Ada Gejala Anosmia, Ini Cirinya
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan MR Karliansyah mengatakan, PT Pertamina (Persero) akan menghapus bensin jenis Premium pada 1 Januari 2021.
Rencananya, kebijakan tersebut mulai dilakukan di wilayah Pulau Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).
"Syukur alhamdulillah pada Senin lalu saya bertemu dengan Direktur Operasional Pertamina, beliau menyampaikan per 1 Januari 2021 Premium di Jamali khususnya akan dihilangkan," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (13/11/2020).
Baca juga: Ayah Pemulung Ibu Ngamen Sampai Malam, Anaknya Malah Main Game Online, Dedi Mulyadi Pun Geram
Lebih lanjut, Karliansyah menyebutkan, rencana tersebut akan dilanjutkan ke berbagai wilayah lainnya.
Penghapusan Premium merupakan langkah pemerintah untuk menekan angka konsumsi BBM dengan nomor oktan 88 itu.
Pasalnya, berdasarkan data KLHK, Premium masih mendominasi konsumsi bensin di masyarakat.
Baca juga: Akibat Banjir Rob, Dua Desa Eretan Indramayu Berubah Jadi Lautan Sampah
"Premium masih mendominasi 55 persen penjualan bensin," kata Karliansyah.
Untuk mendukung rencana tersebut, Karliansyah mendorong produsen BBM untuk menyiapkan kilang produksi bensin dengan nomor oktan di atas 91.
"Sebaliknya, konsumen juga didorong untuk memilih bahan bakar yang lebih ramah lingkungan meskipun dengan harga yang lebih mahal dibandingkan bahan bakar yang lebih kotor," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bbm-naik-lagi-2018_20180226_095817.jpg)