Breaking News:

Jajaran Polres Subang Gelar Rakor Kebencanaan Banjir dan Longsor Bersama Forkopimda & Pihak Terkait

Jajaran kepolisian Polres Subang melakukan rapat koordinasi tentang status darurat bencana hidrometeorologi atas arahan dan petunjuk Kapolres Subang

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Jajaran kepolisian Polres Subang melakukan rapat koordinasi tentang status darurat bencana hidrometeorologi, Jumat (13/11/2020) di ruang rapat PJT II Subang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Jajaran kepolisian Polres Subang melakukan rapat koordinasi tentang status darurat bencana hidrometeorologi atas arahan dan petunjuk Kapolres Subang, AKBP Aries Kurniawan, Jumat (13/11/2020) di ruang rapat PJT II Subang.

Dalam rapat ini sejumlah stakeholder hadir seperti unsur Pemerintah Kabupaten Subang, mulai BPBD hingga BBWS Citarum, PJT II wilayah IV, dan TNI.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur mengatakan rakor ini sangatlah penting dalam menyiapkan penanganan dan penanggulangan bencana di wilayah Subang yang setiap tahunnya rutin terjadi di Subang.

Baca juga: Terkuak! Ini Motif Tersangka Sebar Video Syur Mirip Gisel, Polisi Beberkan Pengakuan 2 Tersangka

Baca juga: Wamen BUMN Tinjau Panen Proyek Farming 1.000 Hektare, Polres Subang Lakukan Pengamanan

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Kapolres Subang Ingatkan Anggotanya Berjuang Lawan Covid-19

"Kami harap rakor ini bisa menginventarisasi kekuatan dan peralatan apa saja yang kami miliki untuk kesiapsiagaan penanganan dan penanggulangan bencana di Subang. Semoga sih musibah bencana alam tak terjadi di sini," katanya.

Kepala BPBD Subang, Hidayat menyebutkan ada 63 desa di Subang yang rawan banjir dan didominasi oleh wilayah utara Subang. Sementar untuk bencana longsor, kata Hidayat, biasa terjadi di wilayah selatan Subang yang memang daerahnya dipenuhi perbukitan dan pegunungan.

"Kami telah lakukan kerja bakti, seperti normalisasi saluran air sungai dan pengerukan sampah guna antisipasi tersendatnya aliran sungai agar tak terjadi peluapan dan banjir," ujarnya.

Selanjutnya, Hidayat mengatakan bahwa bencana alam di Subang yang sering terjadi selama 2020 ialah bencana tanah longsor dan pohon tumbang di wilayah Subang Kota.

"Kami telah bentuk forum 'ganas madu' yakni siaga bencana berbasis masyarakat terpadu. Nanti akan ada apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam yang dipimpin bupati," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Polres Subang, Kasubbag Dal Ops Subang, AKP Usep Deni menuturkan bahwa informasi BMKG melalui pimpinan pusat bahwa hujan akan terjadi mulai Januari sampai Februari sehingga perlu adanya antisipasi.

"Kami sudah siapkan alutsista penanganan dan penanggulangan bencana alam," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved