Breaking News:

Kata Hotman Paris Soal Video Mirip Gisel, Tak Cuma UU ITE, Hukuman Lebih Berat Jika Kasusnya Begini

Pengacara kondang, Hotman Paris mengomentari kasus video mirip Gisel alias Gisella Anastasia yang beredar baru-baru ini.

Penulis: Widia Lestari
Editor: Yongky Yulius
Instagram/gisel_la/hotmanparisofficial
Hotman Paris menjelaskan secara hukum tentang video mirip Gisel. 

Pelapor kasus penyebaran video syur mirip Gisel ini mengatakan, penyebar video diduga merupakan anak di bawah umur.

Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Secara hukum, pelaku masih belum bisa dijerat pidana ataupun perdata.

Ia lalu menggandeng Komnas PA, untuk mengimbau orangtua memberikan pendampingan kepada anak terkait.

Pitra juga mendorong kepolisian agar tetap mengusut kasus penyebaran video syur mirip Gisel itu.

"Saya minta ke teman-teman penyidik agar melakukan uji forensik laboratorium digital terhadap video tersebut," kata Pitra Romadoni.

Dikutip dari Kompas.com, Yusri berujar, mekanisme gelar perkara merupakan langkah pertimbangan polisi untuk menaikkan tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
"Sekarang sudah dianggap lengkap penyelidikannya untuk bisa kita naikkan ke penyidikan melalui mekanisme gelar perkara."

"Mudah-mudahan hasil gelar perkara sudah ada untuk memutuskan apakah sudah bisa dinaikkan kasus ini ke penyidikan," ujar Yusri di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020).

Ia mengatakan, pelaku penyebar video bisa dijerat dua pasal berlapis.

Pertama yaitu Pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 pasal 19/2019 tentang UU ITE.

Lalu kedua pasal 8 juncto Pasal 34 UU 44/2008 tentang pornografi.

Sebelumnya, Pitra Romadoni melaporkan lima akun media sosial yang menyebarkan video syur mirip Gisel Anastasia.

Ia sudah melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Minggu (8/11/2020).

Pitra membeberkan alasan hanya melaporkan lima akun media sosial ini.

Menurutnya, akun-akun tersebut menyebarkan video syur itu tanpa diedit.

Sehingga, mempertontonkan suatu hal yang bersifat tidak layak dikonsumsi publik.

"Lima akun ini sangat krusial sekali, di mana menyebarkannya tanpa ada sensor, atau pun tanpa adanya emot," ujar Pitra, dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

"Dia langsung menunjukan tubuh ketelanjangan, dan video-video yang durasinya ada 19 detik, lengkap dengan keseluruhan tubuh ketelanjangan tersebut diperlihatkan," jelasnya.

(Tribunnews.com dan Kompas.com)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved