15 Kecamatan di Daerah Ini Rawan Bencana Alam, Warga diminta Siaga
Belasan kecamatan tadi perlu melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaaman bencana alam
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Antisipasi dalam menghadapi fenomena alam ‘La Nina’ atau bencana hidrometerologi di Kabupaten Kuningan, menjadi perhatian lapisan pemerintah di daerah.
“Di Kuningan ada 15 kecamatan rawan tanah longsor atau bencana alam. Seperti di Kecamatan (Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Ciwaru, Garawangi, Ciniru, Hantara, Maleber, Karangkancana, Cibeureum, Cibingbin, Cimahi) dan 4 Kecamatan Rawan Banjir (Cibingbin, Cibeureum, Cidahu, Luragung),” ungkap Wakil Bupati Kuningan, HM Ridho Suganda saat mengemuka di sela kegiatan rapat kordinasi tanggap bencana di Ruang Rapat Linggajati, komplek pendopo Kuningan, Kamis (12/11/2020).
Dia mengtakan, dalam melakukan langkah antisipasi fenomena alam La Nina bencana Hidrometerologi.
Baca juga: BLT Gelombang 2 untuk Pekerja Swasta Sudah Cair, tapi Jumlah Penerimanya Berkurang, Ini Alasannya
“Belasan kecamatan tadi perlu melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaaman bencana alam yang terjadi,” katanya.
Perlu diwaspadai, kata dia, dalam menghadapi fenomena La Nina antara lain, hujan lebat, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Sebagai bentuk kesiagaan Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 360/2953/BPBD, Tanggal 10 NOvember 2020 tentang Kesiapsiagaan menghadapi Bencana Hidrometerologi Tanah Longsor, Pergerakan Tanah dan Banjir, kepada SKPD terkait dan kecamatan-kecamatan rawan bencana Hidrometerologi,” katanya.
Baca juga: Keplak Mobil Lamborghini, Dua Pria di Bandung Dituntut 2 Bulan Penjara
Kondisi ini, kata dia, menjadi perhatian semua dan diharapkan pihak terkait dengan seluruh sumber daya.
“Dapat segera mempersiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, keterpaduan dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Kuningan,” katanya.
Tindakan itu mulai dari saat siaga darurat bencana, saat terjadi kejadian bencana, dan pasca bencana.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tentu gencar melakukan sosialisasi terhadap warga, sebagai antisipasi dan waspada terhadap ancaman bencana alam ini,” katanya.
Baca juga: Dirumorkan Akan Gabung Barcelona, Memphis Depay Sudah Ambil Keputusan Seperti Ini
Mulai bulan Oktober 2020 hingga April 2021, kata Wabup, Indonesia akan mengalami kejadian "La Nina" sehingga akan mengalami curah hujan diatas rata-rata yang berpotensi menimbulkan bencana dibeberapa daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.
“Maka perlu dilaksanakan langkah antisipasi koordinasi serta perencanaan dan persiapan menghadapi kemungkinan-kemungkinan terkait potensi dan ancaman terjadinya bencana alam, baik banjir, longsor, pergerakan tanah serta bencana alam lainnya,” katanya. (Ahmad Ripai)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-bpbd-memantau-sawah-yang-terkena-longsor.jpg)