Dinkes Jabar Imbau Warga yang Sakit Seusai Jemput Habib Rizieq agar Isolasi Mandiri dan Dites Covid
Kerumunan massa tak terhindarkan di Bandara Soekarno-Hatta saat penjemputan Habib Rizieq Shihab.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kerumunan massa tak terhindarkan di Bandara Soekarno-Hatta saat penjemputan Habib Rizieq Shihab.
Banyak warga Jabar yang turut menjemput dan berada di tengah kerumunan massa tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar, Berli Hamdani menerangkan, jauh-jauh hari pemerintah sudah mengimbau warga Jabar untuk tidak menjemput dan terlibat kerumunan massa di tengah pandemi Covid 19.
"Kalau yang kemarin mengikuti kegiatan penjemputan dan merasa ada gejala atau ada kontak dengan yang diketahui atau diduga terpapar Covid 19, untuk segera mendaftarkan diri di Pikobar," ucap Berli saat dihubungi via ponselnya, Rabu (11/11/2020).
Baca juga: Akan Bahas Kepulangan Habib Rizieq, ILC Batal Tayang, Fadli Zon Tanya Karni Ilyas; Ada Telpon Gaib?
Baca juga: Henry Yoso Minta Polisi Lanjutkan Laporannya pada Habib Rizieq Terkait Pencemaran Nama Baik
Kerumunan massa jadi potensi penularan Covid 19. Apalagi, jika di kerumunan massa itu banyak yang tidak menggunakan masker. Selain itu, mereka juga diimbau untuk isolasi mandiri.
"Saat ini untuk isolasi mandiri harus di fasilitas yang disiapkan pemerintah. Bisa diakses juga di Pikobar. Tidak disarankan isolasi mandiri di rumah," ucap dia.
Ia menerangkan, aktifitas di tengah kerumunan berpotensi menularkan virus corona. Karenanya, kata dia, tidak hanya pada momen penjemputan saja, namun, pemerintah sudah mengimbau di banyak momentum untuk menghindari kerumunan massa.
"Imbauan sudah disampaikan pada banyak kesempatan. Resiko paparan saat ini masih tinggi, terlihat dari peningkatan kasus konfirmasi meskipun rata-rata orang tanpa gejela (OTG)," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/massa-sambut-habib-rizieq-shihab-sudah-padati-jalan-ks-tubun-polisi-tutup-arus-kendaraan.jpg)