Breaking News:

Peziarah ke Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien di Sumedang Terus Berdatangan

Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien di Kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang, ramai dikunjungi peziarah

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) saat berziarah ke Makam Pahlawan Cut Nyak Dhien, Selasa (10/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien di Kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ramai dikunjungi peziarah saat Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2020).

Pantauan Tribun Jabar, para peziarah silih berganti berdatangan untuk berdoa di makam pahlawan perempuan asal Aceh itu sambil menggelar tabur bunga dengan didampingi kuncen makam tersebut.

Juru Pelihara Makam Cut Nyak Dhien, Feni Yuliani Amijaya, mengatakan, sejak pagi hingga siang hari, para peziarah dari Sumedang hingga Aceh terus berdatangan untuk melakukan ziarah dalam rangka Hari Pahlawan.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, PT KAI Daop 3 Cirebon Gratiskan Guru dan Tenaga Kesehatan Naik Kereta Api

Baca juga: Inilah Syarifah Najwa Shihab, Putri Cantik Habib Rizieq Shihab yang Akan Menikah, Banyak Dibicarakan

"Alhamdulillah kalau khusus untuk hari ini dari pagi sudah banyak tamu dari Sumedang dan kebetulan ada dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)," ujarnya saat ditemui di Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien.

Selain itu, kata dia, pada pagi hari juga dilaksanakan ziarah dan tabur bunga oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sumedang sehingga pada Hari Pahlawan ini, Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien sangat ramai.

Feni mengatakan, kondisi ini berbeda dengan hari biasa. Sebab, pada hari biasa peziarah yang datang ke makam ini tidak terlaku banyak seperti saat Hari Pahlawan ini.

"Kalau hari biasa suka ada juga tamu, tapi banyaknya cuma hari Sabtu dan Minggu," kata Feni.

Pada hari-hari tertentu itu, lanjut dia, kebanyakan peziarah yang datang ke makam ini, biasanya dari rombongan pengajian atau majelis taklim yang berasal dari Tangerang, Bogor, Jakarta, dan Bekasi.

"Cuma sekarang kondisinya ada wabah virus Corona, tamu agak sepi juga. Untuk tamu yang kesini tinggal masuk saja karena kita standby 24 jam," ucapnya.

Meski jumlah pengunjung tidak banyak seperti peringatan Hari Pahlawan tahun lalu, Feni memastikan penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik.

"Insya Allah protokol kesehatan sangat diperhatikan sekali, meskipun kadang-kadang pengunjung tidak bisa dikendalikan. Tapi kita sebisa mungkin mengarhakan harus menerapkan protokol kesehatan," ujar Feni.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved