Breaking News:

TERKINI, Ini Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang Sudah Zona Kuning, Risiko Rendah Covid-19

Jumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat yang masuk zona kuning, atau risiko rendah penyebaran Covid-19

istimewa
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat yang masuk zona kuning, atau risiko rendah penyebaran Covid-19, bertambah dari awalnya hanya tiga daerah pada pekan lalu, menjadi tujuh daerah pada pekan ini.

Namun demikian, jumlah kawasan zona merah atau risiko tinggi pun bertambah, dari awalnya satu daerah menjadi tiga daerah pada pekan ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan jika pekan lalu hanya Kota Bekasi yang menjadi zona merah, pekan ini bertambah menjadi tiga zona merah, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Sedangkan kini jumlah zona kuning atau kawasan risiko rendah penyebaran Covid-19, bertambah dari awalnya tiga daerah menjadi tujuh daerah. Pekan lalu, yang masuk zona kuning hanya Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Cianjur.

Baca juga: Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2020, Tempat Wisata Bukit Mercury Sayang Kaak Malah Tutup

"Saat ini yang berisiko rendah adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, dan yang ketujuh Kota Banjar," kata Setiawan di Gedung Sate, Senin (9/11).

Hal ini, katanya, memerlukan upaya bersama untuk bisa menekannya menjadi zona berisiko lebih rendah. Karena dalam dua minggu terakhir, Jawa Barat sudah bisa menekan risiko penyebaran Covid-19 ini.

"Kita pun bisa meningkatkan kasus yang tadinya risiko sedang, menjadi risiko rendah, cukup banyak, yaitu tujuh kabupaten kota yang saat ini masuk dalam kategori risiko rendah. Mudah-mudahan hal ini terus bisa kita tahan dan bahkan kita akan bisa meningkatkan cakupan dari risiko rendah ini," tuturnya.

Peningkatan jumlah zona kuning ini, katanya, adalah upaya Pemerintah Provinsi Jabar dan pemerintah kabupaten serta kota untuk membenahi enam kriteria penekan risiko penyebaran Covid-19. Yakni meningkatkan angka kesembuhan, peningkatan kapasitas rumah sakit, menekan angka penyebaran, dan seterusnya. 

"Terutama di dalam penanganan kasus-kasus yang konfirmasi, kasus positif aktif, sampai dengan angka kematian dan penyembuhan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved