Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Nurul Arifin Bicara Soal Dampak Presiden Amerika Serikat Terpilih bagi Indonesia

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai siapapun Presiden terpilih, Amerika tetaplah Amerika, sebagai negera adikuasa, . . .

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin memberikan penjelasan terkait pentingnya pemahaman dan implementasi dari Ideologi Indonesia kepada masyarakat dan aparat pemerintah kewilayahan dalam kegiatan sosialisasi empat pilar di di GOR Pasanggrahan, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proses Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020 hampir memn asuki tahap akhir, setelah Joseph Robinette "Joe" Biden calon presiden dari Partai Demokrat mampu mengantongi mayoritas suara elektoral dengan 280 poin pada Jumat (6/11/2020). Kondisi ini pun hampir memastikan Joe Biden melenggang mulus ke Gedung Putih.

Lalu, apa dampak pengaruhnya bagi Indonesia dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat selama lima tahun ke depan, khususnya dalam hubungan diplomatik luar negeri dari kedua negara.

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai siapapun Presiden terpilih, Amerika tetaplah Amerika, sebagai negera adikuasa, pemimpin Amerika Serikat tentu memiliki kepentingan yang akan lebih menguntungkan bagi negeri dan rakyatnya.

Namun, di bawah gaya kepemimpinan Joe Biden, tentunya akan ada perubahan meski tidak signifikan dibandingkan era Donald Trump.

"Kalau menurut saya, tentu tidak ada dampak secara langsung, apalagi Indonesia memerankan politik bebas aktif, sehingga tidak akan ada perubahan yang signifikan dalam hal substantif," ujarnya saat ditemui usai kegiatan Sosialisasi 4 Pilar di GOR Pasanggrahan, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2020).

Apalagi kita ketahui bahwa Joe Biden merupakan Wakil Presiden dari Barrack Obama pada tahun 2009 lalu, dan Obama memiliki hubungan emosional pribadi dan kepentingan luar negeri yang baik dengan Indonesia saat itu. Sehingga ini pun menjadi bekal cerminan bagi Joe Biden dalam menjalin hubungan luar negeri dengan negara-negara Asia Tenggara, salah satunya Indonesia, tentunya hubungan politik kedua negara akan tetap baik-baik saja sebagai sesama anggota WTO dan PBB.

Nurul pun menuturkan, saat ini politik luar negeri menjadi lebih menarik, seiring dengan terjadinya pandemi covid-19 yang melanda seluruh negara dan menjadi permasalahan global dunia. Dimana perubahan secara aktif hingga kini telah dan terus dilakukan oleh semua negara di setiap sektor tatanan kehidupan, salah satunya optimalisasi pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi. Kondisi ini pun harus mampu diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia, dalam upaya mensejajarkan diri, sehingga tidak tertinggal jauh dengan perkembangan Internasional yang semakin dinamis.

"Saat ini kemampuan memanfaatan IT dan berbahasa asing menjadi syarat wajib yang harus dimiliki masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda sebagai bagian dari masyarakat internasional. Meski demikian Indonesia memiliki landasan-landasan yang menjadi identitas dan jati diri bangsa yang diwujudkan dalam empat konsensus berbangsa dan bernegara atau disebut juga 4 Pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang harus dipegang teguh oleh setiap warga negara Indonesia," ucapnya.

Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi empat pilar ini, dirinya berupaya kembali memberikan dan menguatkan pemahaman akan pentingnya ideologi sebuah bangsa untuk diimplementasikan dalam setiap sektor kehidupan. Terlebih Indonesia terdiri dari kemajemukan, sehingga bila tidak diperkuat dengan pemahaman ideologi yang sama, maka dikhawatirkan bangsa ini akan terpecah belah, dan kembali di jajah oleh bangsa lain.

"Kemajemukan dan ideologi Pancasila membuat bangsa kita kuat dan diperhitungkan oleh bangsa lain, apabila kekuatan ini berhasil di pecah belah, maka yang senang bukan hanya mereka yang memiliki kepentingan, tapi juga menjadi awal kehancuran suatu bangsa yang dibangun dengan keringat, darah, bahkan nyawa dari para pahlawan dan pendahulu kita," ujar Politisi Partai Golkar.

Maka pemahaman ini harus terus gaungkan dan implementasikan oleh semua pihak, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi 4 Pilar seperti ini, karena merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

"Dengan sering di sosialisasikan saja masyarakat kerap lupa, apalagi bila tidak kita sampaikan sama sekali, dikhawatirkan ada Ideologi lain yang masuk dan akhirnya menghancurkan keutuhan dan kedaulatan dari bangsa Indonesia," katanya (Cipta Permana).

Baca juga: PILPRES AS, Trump Ngamuk, Merasa Dicurangi, Sebar Klaim Tak Jelas: Harusnya Saya Menang dengan Mudah

Baca juga: Joe Biden Menangi Pilpres AS Versi Quick Count, Salip Donald Trump di Tikungan Terakhir

Baca juga: Bangkitkan Gairah Pelaku UMKM, Nurul Arifin Fasilitasi dengan Program Warung Geulis Harmonis

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved