Breaking News:

DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Berdayakan Ekonomi Kreatif, Solusi Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja mendorong agar Pemerintah Kota Kota Bandung segera siapkan formulasi program dan stimulus

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Uung Tanuwidjaja saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (1/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perekonomian Indonesia resmi masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen (year on year/yoy) setelah sebelumnya sempat terperosok cukup dalam, yakni sebesar 5,32 persen.

Kondisi ini pun bukan hanya berpengaruh pada terhambatnya sejumlah program pemulihan ekonomi, tetapi juga berpotensi pada meningkatnya jumlah pengangguran, karena banyak perusahaan memutuskan melakukan efisiensi, salah satunya dengan memangkas jam kerja karyawan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bahkan data BPS mencatat, periode Agustus 2020 terjadi peningkatan pengangguran terbuka dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen atau sebanyak 2,67 juta orang dibanding Agustus 2019 lalu.

Secara keseluruhan ada 29,12 juta penduduk usia kerja yang pekerjaannya terdampak pandemi. Angka tersebut setara dengan 14,28 persen dari keseluruhan populasi penduduk usia kerja yang mencapai 203,97 juta orang.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja mendorong agar Pemerintah Kota Kota Bandung segera siapkan formulasi program dan stimulus yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di masyarakat, salah satunya melalui basis ekonomi kreatif dalam bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

"Pemberian program pembinaan peningkatan mutu kualitas, bantuan stimulus, hingga dibukanya akses jaringan pemasaran menjadi hal yang sangat diperlukan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kreatif saat ini dalam turut membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tentu saja hal ini harusnya sudah berjalan otomatis, sehingga kami tidak perlu mendorong terus-menerus agar hal ini bisa segera di wujudkan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (6/11/2020).

Menurutnya, di tingkat kewilayahan, lembaga ekonomi kreatif masih banyak yang belum memiliki landasan yang baik dalam berwirausaha. Termasuk, legalitas landasan secara hukum, oleh karena itu, saat ini, DPRD Kota Bandung tengah merumuskan sebuah Peraturan Daerah (Perda) terkait ekonomi kreatif.

"Karena, para pelaku ekonomi kreatif juga harus memiliki landasan hukum, maka saat ini kami (DPRD) bersama OPD terkait sedang menyiapkan Perda Ekonomi Kreatif, untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat," ucapnya.

Dihubungi terpisah anggota Pansus VII DPRD Kota Bandung yang sedang membahas Perda Ekonomi Kreatif, Riana menuturkan, sektor ekonomi kreatif di Kota Bandung perlu memiliki pola kerja yang terorganisasi, sehingga dapat dinikmati masyarakat dalam rangka menumbuhkan bidang usaha ke depannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved