Breaking News:

Ika Bawa 2 Balita Jualan Gorengan Susuri Gang di Bandung, Hasilnya Cuma Receh Tapi Tetap Bahagia

Ika (22) warga Gang Tresna Asih RT 03 RW 07 Kelurahan Cibadak, Kota Bandung, susuri gang jualan gorengan sembari bawa dua balita.

Penulis: Tiah SM | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Tiah SM
Ika (22) warga Gang Tresna Asih RT 03 RW 07 Kelurahan Cibadak, Kota Bandung jualan gorengan sembari membawa dua balitanya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Kisah hidup seorang ibu dua anak di Kota Bandung  berjuang untuk terus bisa hidup, bikin trenyuh banyak orang. 

Ika (22) warga Gang Tresna Asih RT 03 RW 07 Kelurahan Cibadak Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, menyusuri dari satu gang ke gang lain untuk mengais untung dagangan gorengan yang dijajakan.

Tak mudah karena Ika terpaksa membawa dua balita (usia bayi dibawah lima tahun) berjualan gorengan.

Baca juga: Akbar Pemulung Garut yang Viral Itu Ternyata Dermawan, Jalan Kaki 2 Minggu dari Jakarta ke Bandung

Baca juga: Jarang Tersorot, Ini Foto Rumah Mewah Lesti Kejora, Dibangun dari Hasil Kerja Keras Manggung

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru November 2020 di Kementerian PPN / Bappenas untuk Lulusan S1, Daftar di Sini

Baca juga: Kumpulan Kutipan dari Para Pahlawan Indonesia, Bagikan pada Momen Hari Pahlawan 10 November

Hasilnya tak banyak, tapi dia tetap bersyukur masih bisa mendapatka rezeki.

Ika setiap harinya, berkeliling dari gang masuk gang, ke jalan raya untuk menjajakan makanan bala- bala, cilok, lontong, pisang goreng, dan makanan kecil lainnya.

"Saya keluar dari rumah jam 09.00 dan kembali ke rumah jam 14.00, berkeliling ke Jalan Pagarsih, Astana anyar, Pasirkoja dan Natawijaya," ujar Ika saat berkeliling di wilayah Astanaanyar, Jumat (6/11/2020).

Ika terpaksa membawa kedua anaknya Siva (2,5) dan Azka (10 bulan) dimasukan ke roda dagangannya karena di rumah tak ada yang mengasuh. Suaminya Andri (23), bekerja mulai jam 08.00 sampai jam 18.00 WIB

Ika merasa bersyukur walau kedua buah hatinya dibawa berkeliling, panas maupun hujan tetapi tetap sehat, bahkan tak bermasker.

"Alhamdullulah, Allah selalu memberikan kesehatan, dan anak anak tak pernah rewel walau panas," ujar Ika.

Ika menuturkan, ia berjualan mengambil dagangan orang lain dengan keuntungan Rp 200 dari satu gorengan yang dijual Rp 1.000.

"Sehari kalau laku semua punya keuntungan Rp 20.000, lumayan untuk makan," ujar Ika.

Ika mengaku tak pernah merasa cape karena untuk kebutuhan hidup membantu suami karena harus bayar kontrak rumah Rp 500 ribu/bulan.

Menurut Ika, selama berjualan satu tahun lebih merasa senang karena selalu ada yang beli, makanan enak-enak dan selalu hangat karena baru digoreng.

Ika mengatakan, jika anaknya lapar tak sempat pulang rumah, cukup beli mi. (Tribunjabar.id/Tiah SM)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved