Breaking News:

Tahu Titik Lemah Targetnya, Perampok Minimarket Ini Beraksi Sendiri, Ancam Saksi Pakai Golok

Paisal mengatakan dirinya mengetahui titik lemah lokasi target pencuriannya lantaran dia adalah mantan karyawan dari minimarket

tribunjabar/nandri prilatama
Garong Minimarket Ini Digulung Polisi di Purwakarta, Lima Minimarket Jadi Korban Perampokan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pelaku pencurian dengan kekerasan yang berhasil ditangkap Satreskrim Polres Purwakarta, Paisal Muhamad (23) mengakui telah sering melakukan perampokan minimarket sebanyak lima kali, yakni dua kali di Purwakarta dan tiga kali di Bandung.

Paisal mengatakan dirinya mengetahui titik lemah lokasi target pencuriannya lantaran dia adalah mantan karyawan dari minimarket yang ada di Wanayasa, Purwakarta tersebut.

"Saya tahu titik lemahnya (minimarket). Kan saya dulu bekas karyawannya. Titik lemahnya itu ya ketika toko hendak tutup," katanya, Kamis (5/11/2020) di Polres Purwakarta.

Baca juga: Forkodetada Desak Pemprov Buat Kajian Akademis CDOB, Sayang Jika Pemekaran Hanya Sebatas Visi

Paisal juga mengaku saat melakukan aksinya dia hanya sendirian berbekal senjata tajam, seperti golok. Paisal berhasil menggondol uang tunai Rp 17 juta dari brankas minimarket yang dia satroni.

"Saya sudah berkali-kali merampok minimarket. Saya lakukan ini karena saya tulang punggung keluarga yang harus nafkahi istri, anak, dan orangtua. Anak saja baru lahir tiga minggu lalu. Lalu, saya habis kontrak dan nekatlah merampok minimarket ini," katanya.

Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana yang didampingi Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah menuturkan pelaku ini bernama Paisal Muhamad (23) warga Kabupaten Bandung yang telah melakukan aksinya sebanyak lima kali, terdiri dari dua kali di Purwakarta dan tiga kali di Bandung.

"Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pelaku ini mengambil uang Rp 17 juta dari brangkas minimarket," ujarnya.

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka ini, kata kapolres, pelaku melakukan aksinya saat minimarket tersebut hendak tutup dan yang bersangkutan masuk ke minimarket langsung ke toilet mempersiapkan senjata-senjata untuk melancarkan aksinya.

Baca juga: Forkodetada Desak Pemprov Buat Kajian Akademis CDOB, Sayang Jika Pemekaran Hanya Sebatas Visi

"Saat situasinya sepi, dia pun langsung keluar dan mengancam saksi dengan menggunakan senjata tajam untuk membuka brankas dan mengambil uang serta handphone saksi," katanya.

Tak hanya uang dan handphone yang diambil, pelaku juga mengambil kamera CCTV yang ada di minimarket untuk menghilangkan jejak. Tetapi, beruntung saksi dapat melihat identitas kendaraan pelaku dan kemudian hasil informasi tersebut ditelusuri Satreskrim Polres Purwakarta dengan melakukan pendalaman.

"Kami imbau kepada seluruh minimarket untuk melakukan penutupan disesuaikan dengan kondisi sekitar. Jika kondisi sekitar dirasa sepi berarti janganlah tutup malam-malam. Jadi, perlu ada pembatasan untuk mengurangi tindak kriminalitas," katanya.

Atas kejadian ini, pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dan diancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Baca juga: Penanganan Pencemaran Sungai Cilamaya akan Mencontoh Penanganan Sungai Citarum

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved