Breaking News:

Penanganan Pencemaran Sungai Cilamaya akan Mencontoh Penanganan Sungai Citarum

Lewat gerakan ini, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, berharap Sungai Cilamaya bisa kembali bersih dan menyehatkan bagi masyarakat.

Istimewa/ Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Forkopimda Jabar mencanangkan Gerakan Aksi Nyata Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan (PPK) DAS Cilamaya di Bendungan Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Rabu (4/11/20). 

“Sehingga saya memutuskan konsep Satgas Citarum dengan teori kolaborasi lima sektor, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, itu akan di-copy di Cilamaya dan juga Cileungsi. Ada 12 indikator yang saya titipkan yang harus menjadi rencana kerjanya. Semoga dalam satu tahun kita bisa melihat progresnya seperti apa,” tutur Kang Emil.

"Karena dari rencana aksi Sungai Citarum membuahkan kualitas air yang lebih baik. Memang belum selesai penanganan Citarum karena sampah dan hal-hal negatif masih ada, tapi sudah jauh lebih baik. Situasi mutu Citarum sekarang sudah tidak lagi tercemar berat, tidak tercemar sedang, tapi sudah tercemar ringan,” katanya.

Masih merujuk rencana aksi Citarum Harum, Kang Emil juga menekankan pentingnya penegakan hukum, termasuk menggugat ke pengadilan perusahaan-perusahaan yang sudah ditegur tetapi masih terus melanggar. Untuk itu, penanganan DAS Cilamaya juga akan melibatkan aparat penegak hukum dari TNI/Polri dan kejaksaan.

Dalam agenda ini, Kang Emil sekaligus mengukuhkan Satgas PPK DAS Cilamaya dan Tim Patroli DAS Cilamaya. Tugas Satgas PPK DAS Cilamaya adalah menata serta melakukan pencegahan dan penindakan hukum terhadap pencemaran dan kerusakan di DAS Cilamaya. Sementara Tim Patroli Sungai DAS Cilamaya adalah memantau, menginventarisasi, dan mengidentifikasi sumber-sumber pencemar yang terjadi di DAS Cilamaya.

“Akan hadir TNI untuk mendukung dan diperbantukan. Tahun ini akan ada 135 personel TNI, tahun depan akan ditambah. Kemudian ada kepolisian, kejaksaan, semua akan mengikuti pola Satgas Citarum,” ujar Kang Emil.

Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan pencemaran dan kerusakan di Sungai Cilamaya perlu ditangani secara integratif dan sinergis dari berbagai pihak terkait dengan kemauan yang nyata dan solutif dari para pemangku kepentingan.

“Political will yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan membentuk Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan atau Satgas PPK DAS Cilamaya diharapkan menjadi solusi untuk mengembalikan dan menyelamatkan DAS Cilamaya,” ucap Budi.

“Kodam III/Siliwangi akan sepenuhnya membantu dengan menyiapkan para prajurit untuk terjun menjadi bagian dari Satgas PPK DAS Cilamaya. Kami selalu berkomitmen untuk membantu memperbaiki dan mengendalikan kondisi lingkungan DAS Cilamaya. Karena bagaimana pun juga DAS Cilamaya tidak hanya memiliki potensi strategis dan perspektif sosial ekonomi, tapi juga menjadi daerah pangkal pertahanan di Jawa Barat,” katanya.

Baca juga: 60 Persen Bencana Hidrologis Indonesia Ada di Jabar, Ridwan Kamil Minta Tak Cuma Fokus Saat Terjadi

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved