Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

Segera Tes Covid-19 Setelah Libur Panjang, Ini 3 Strategi Perawatan Antisipasi Lonjakan Kasus di RS

pemerintah akan mendirikan rumah sakit lapangan atau darurat bekerja sama dengan BNPB dan TNI

Tayang:
BNPB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

TRIBUNJABAR.IDSatgas Penanganan Covid-19 menyarankan masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan Covid-19 setelah pulang dari bepergian.

Apalagi setelah mengisi libur panjang di luar rumah atau bepergian keluar kota.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan arahan strategi rekayasa perawatan pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan di rumah sakit.

“Pertama, jika ada kenaikan jumlah 20-50 persen pasien Covid-19, rumah sakit rujukan siap menampung,” ujar Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (3/11/2020), dikutip dari covid19.go.id.

Hal ini ditunjang karena kapasitas terpakai rumah sakit rujukan, saat ini berada di tingkat 50 persen.

Kedua, jika terjadi kenaikan pasien sebesar 50 – 100 persen, pemerintah akan menambah kapasitas ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan Covid-19.

Sehingga ruang rawat inap dapat bertambah kapasitasnya.

Ketiga, apabila kenaikan pasien lebih dari 100 persen, tenda darurat akan didirikan di area perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit.

Selain itu, pemerintah akan mendirikan rumah sakit lapangan atau darurat bekerja sama dengan BNPB dan TNI.

Antisipasi ini dilakukan karena tren lonjakan kasus pasca-libur panjang pernah terjadi saat libur Idulfitri pada akhir Mei 2020 dan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus 2020.

Pemerintah pusat, daerah, dan Satgas Covid-19 telah berkoordinasi baik sebelum dan setelah libur panjang dalam upaya antisipasi.

Beberapa antisipasi telah dilakukan sebelumnya, seperti pengawasan kekarantinaan, berlakunya e-Hac atau electronic health alert card, penyiapan alur rujukan kasus positif, penyiapan sarana dan prasarana pelabuhan dan bandara untuk penerapan protokol kesehatan.

"Terdapat juga upaya antisipasi yang dilakukan di rumah sakit. Koordinasi dengan dinas dan fasilitas kesehatan setempat, penyiapan sarana dan prasarana rumah sakit," kata Wiku.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan terbuka saat pemerintah melakukan tracing (pelacakan).

Keterbukaan masyarakat menjadi kunci utama dalam melacak kontak terdekat, sekaligus memastikan bagi yang positif Covid-19 memperoleh perawatan yang lebih dini dan lebih baik.

 "Jika testing menunjukkan hasil yang positif, segera lakukan karantina di fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah. Ikuti anjuran tenaga kesehatan, sehingga treatment (perawatan) yang dilakukan dapat berjalan efektif, dan angka kematian dapat ditekan," lanjutnya. (agung yulianto wibowo)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved