Breaking News:

Long Weekend Lalu, Kunjungan Wisatawan ke Jabar Meningkat, Okupansi Rata-rata Hotel 55 Persen

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor industri pariwisata sepanjang bulan Oktober di Jabar pun meroket hingga mencapai Rp 47 miliar.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUN JABAR/FAUZI NOVIANDI
Susana pengunjung di objek wisatawa Situgunung Kabupaten Sukabumi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aktivitas sektor pariwisata di Jawa Barat saat libur panjang pekan lalu mengalami peningkatan signifikan di tengah pandemi Covid-19.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor industri pariwisata sepanjang bulan Oktober di Jabar pun meroket hingga mencapai Rp 47 miliar.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa angka kunjungan ke destinasi periode tanggal 27-31 Oktober sebanyak 145.212 orang untuk 11 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kemudian okupansi hotel di 11 kabupaten dan kota tersebut menjadi sebanyak 48 persen. Wisatawan yang mendatangi restoran di empat kabupaten kota saja mencapai 18.513 orang.

Baca juga: Penjual Bakso Viral Bertemu Raffi Ahmad Asli, Berdagang Bakso Sejak SMP, Kini Ketiban Rezeki Nomplok

Okupansi hotel tertinggi masih berada di wilayah destinasi unggulan, seperti Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Garut. Di daerah tersebut okupansi hotel selama libur panjang 28-31 Oktober meningkat di kisaran 70 hingga 80 persen dibandingkan momen biasa saat pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan di luar empat daerah itu, peningkatan okupansi hotel ikut meningkat meski berada di kisaran 40 persen hingga 70 persen.

“Kalau dihitung rata-rata okupansi hotel di Jawa Barat saat masa libur panjang kemarin itu berada di angka 55 persen. Artinya ada peningkatan yang cukup signifikan. Dua bulan sebelumnya, okupansi hotel di kisaran 27 persen hingga 34 persen,” kata Dedi Taufik di Bandung, Rabu (4/11).

Dari data yang dihimpun, katanya, total PAD sepanjang bulan Oktober di sektor pariwisata mencapai Rp 47 miliar. Paling tinggi didapatkan Kabupaten Bogor dengan realisasi Rp 17 miliar, disusul Kota Bandung dengan realisasi Rp 12 miliar.

Baca juga: VIRAL, Curhatan Penumpang Kereta Api tentang Mahalnya Harga Nasi Goreng Plus di Atas Kereta

Saat ditanya mengenai evaluasi upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 saat terjadi lonjakan kunjungan, Dedi Taufik mengatakan pihaknya telah melakukan yang terbaik. Pelaku industri pariwisata dinilai sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksanaan pengecekan kesehatan melalui rapid tes sudah makin baik. Total pengetesan dilakukan terhadap 14 ribu orang secara acak dengan hasil reaktif sebanyak 408 orang, mayoritas ditemukan di wilayah Bogor.

“Kami berusaha merealisasikan instruksi Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang ingin ada pencegahan kenaikan kasus Covid-19. Pengawasan pengelola industri pariwisata, pengetesan kami sudah lakukan. Hasilnya 408 orang reaktif. Sudah ditindaklanjuti dengan swab tes, masih menunggu hasil. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved