Breaking News:

Jumlah Pengangguran di Kabupaten Kuningan Capai Ribuan, Covid-19 Pekerja Migran Menurun

Jumlah pengangguran terdaftar di Kabupaten Kuningan hingga bulan Spetember 2020 tercatat ada 3893 orang.

Jumlah Pengangguran di Kabupaten Kuningan Capai Ribuan, Covid-19 Pekerja Migran Menurun
tribunnews.com
Ilustrasi pengangguran.

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Jumlah pengangguran terdaftar di Kabupaten Kuningan hingga bulan September 2020 tercatat 3893 orang.

Mereka tercatat sebagai orang pencari kerja yang sudah memiliki kartu kuning atau istikah AK1

Rika Tresna, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Informasi Pasar Kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transportasi Kuningan, mengatakan jumlah para pencari kerja terbagi dalam 4 klaster usia dan memiliki latar belakangan pendidikan berbeda.

Baca juga: Selama Kampanye, Bawaslu Jabar Temukan Ratusan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Klaster umur itu diantaranya mulai 18 - 25 tahun dan 38-45 tahun

Kemudian untuk latar belakangan pendidikan pada tahun 2018 ada sebanyak 20 orang lulusan S2, 2019 ada 1 orang dan sekarang untuk lulusan S2 ada 2 orang.

Sedangkan untuk lulusan S1, sejak tiga tahun hingga sekarang itu masing - masing berjumlah 1338 orang pada tahun 2018, kemudian pada tahun 2019 terdapat 1131 dan sampai bulan Oktober 2020, tercatat sebanyak 296 orang.

Data pengangguran dinas dengan BPS (Badan Peneletian Statistik) di daerah  berbeda.

Baca juga: Kadinkes Jabar Sambangi Tasik, Sosialisasikan Gerakan Bersama Melawan Covid-19 Melalui Gerakan 3M

Karena dari cara penghitungan dan sudut pandang saat dilakukan pendataan juga berbeda.

"Misal BPS itu kerja langsung turun kebawah dan kita (Dinas, red) itu hanya cukup dari Kecamatan dan sebelumnya dikirim data dari tiap desa," katanya.

Tidak hanya itu, untuk klasifikasi warga, BPS itu menetepkan objek survei itu berdasar domisili di atas satu tahun dan kita berdasarkan KTP atau kartu keluarga.

"Jadi ketika orang berKTP luar sudah lebih setahun itu bisa di jadikan objek survei dan kita hanya berdasarkan KTP," katanya.

Menyinggung soal PMI (Pekerja Migran Indonesia), Rika menjawa bahwa jumlah PMI ditahun 2020 sekarang ada sebanyak 39 orang.

Baca juga: Kisah Tentara Cantik, Anak Penjual Jagung Jadi Pilot Wanita TNI AD Pertama, Disalami Jenderal Andika

"Mereka (PMI) tersebar di sejumlah negara. Mayoritas sebagai pekerja formal atau bergerak di dunia industri. Jumlah ini nyaris nihil di tahun 2019, akibat Pandemi Covid19 yang melarang warga untuk migrasi atau perjalanan keluar," ujarnya.

Persyaratan wajib bagi PMI, kata dia, harus melengkapi copyan ijazah pendidikan terakhir dan adminstrasi lainnya.

"Misal izin orang tua, kartu keluarga, izin suami kalau PMI itu perempuan, tujuanya disertai copyan ijazah itu untuk menghindari hal yang tidak di inginkan dan memastikan bahwa PMI itu tidak buta huruf," katanya. (Ahmad Ripai).

Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved