Breaking News:

Habib Bahar Dijerat Kasus Pemukulan Driver Ojek Online, Fadli Zon Sebut Kriminalisasi Ulama

Dai muda Habib Bahar bin Smith kembali dijerat kasus penganiyaan. Politikus Fadli Zon menyebut hal ini sebagai kriminalisasi ulama.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Suasana pemindahan Habib Bahar bin Smith dari tahanan Mapolda Jabar ke Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Kamis (08/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dai muda Habib Bahar bin Smith kembali dijerat kasus penganiyaan.

Kali ini, Habib Bahar bin Smith tersangka penganiayaan terhadap driver ojek online.

Para penasihat hukum, baik pengacara Habib Bahar bin Smith, maupun pengacara korban, Ardiansyah mengaku sudah berdamai dan mencabut laporan.

Namun polisi membantah kasus itu sudah dicabut sehingga proses hukumnya pun berjalan.

Mendapati berita ini, politikus Partai Gerindra Fadli Zon prihatin.

Dia berkicau di Twitter, menyebut proses hukum yang terus berjalan padahal sudah ada pencabutan, sebagai bentuk nyata diskriminasi hukum dan kriminalisasi ulama.

Fadli Zon adalah satu diantara tokoh yang sempat dimintai dukungan saat Habib Bahar bin Smith berjuang mendapatkan hak asimilasinya yang dicabut karena melanggar aturan beberapa saat setelah dibebaskan dari Lapas Gunung Sindur.

Baca juga: Fakta Baru Anggota Moge Bandung Keroyok TNI di Bukittinggi, Ternyata Ada Polisi yang Dikacangin

Habib Bahar kemudian dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Setelah melalui proses panjang, PTUN mengabulkan gugatan Habib Bahar bin Smith, yakni mendapatkan hak asimilasi.

Kasus Pemukulan Dicabut 8 Juni 2020

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved