Breaking News:

Longsor Terjang Jembatan Darurat di Desa Bugel, Sebelumnya Jembatan Utama Rusak Kena Longsor

Longsor yang datang dari arah bukit setinggi sekitar 20 meter itu menerjang jembatan darurat terbuat dari anyaman bambu, hingga terbawa ambrol.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
ist
Jembatan darurat kembali diterjang longsor di Kampung Panampikan, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/11). (istimewa) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Longsor kembali menerjang sebuah jembatan di Kampung Panampikan, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/11).

Longsor yang datang dari arah bukit setinggi sekitar 20 meter itu menerjang jembatan darurat terbuat dari anyaman bambu, hingga terbawa ambrol.

Akibat musibah itu, puluhan KK di dua RT di Kampung Panampikan terisolasi.

Aparat gabungan membuat jembatan darurat di lokasi longsor yang menghancurkan jembatan di Kampung/Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/6/2020).
Aparat gabungan membuat jembatan darurat di lokasi longsor yang menghancurkan jembatan di Kampung/Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/6/2020). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Sebelumnya longsor juga menerjang lokasi itu hingga memporak-porandakan jembatan permanen.

Warga bersama dengan aparat setempat lantas membuat jembatan darurat terbuat dari konstruksi bambu. Belum juga ada perbaikan, jembatan darurat malah kembali diterjang longsor.

Bhabinkamtibmas Desa Bugel, Bripka Awan Nopiana, mengungkapkan, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat musibah itu karena situasi sedang lengang.

Menurut Awan, jembatan darurat itu dibangun Juni 2020, menyusul longsor yang memporak-porandakan jembatan permanen.

Melihat kondisi tanah yang rawan, lanjut Awan, kemungkinan akses jalan tersebut tidak akan difungsikan lagi. Karena longsor yang menyebabkan jembatan putus ternyata sudah empat kali terjadi.

"Jika kembali difungsikan atau dibangun kembali tampaknya sudah tidak memungkinkan. Harus mencari jalan baru dan saat itu pernah dimusyawarahkan," kata Awan.

Untuk sementara warga dua RT yang terisolasi akan menggunakan jalur alternatif namun tak bisa dilalui kendaraan. "Yang penting untuk sementara tidak terisolasi," ujar Awan. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved