Breaking News:

Tetapkan Status Darurat Bencana, Jumlah Personel BPBD Sumedang Sudah Ideal

Jumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang dipastikan sudah ideal

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
doktribun
Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang dipastikan sudah ideal untuk menangani bencana alam setelah ditetapkan status darurat bencana sejak pertengahan Oktober 2020 lalu.

Nantinya, personel BPBD tersebut bakal siaga selama 24 jam untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap kecamatan dan bakal terus berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Tingkat Kecamatan (Forkpimcam).

Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana, mengatakan, jumlah personel BPBD saat ini ada 35 orang, tetapi bakal dibantu oleh relawan dan petugas dari instansi terkait, sehingga penanganan bencana bakal tertangani.

"Petugas kita dibantu tim relawan se-kabupaten, jadi jumlah personel Insya Allah cukup meskipun perugas kami harus dua sif siaga," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Mantan Pemain Chelsea dan Timnas Inggris Ini Punya Misi Khusus untuk Sepak Bola Indonesia

Menurutnya, penanganan bencana saat musim hujan bukan hanya tugas pemerintah dan relawan saja, tetapi harus ada keterlibatan dari masyarakat setempat, termasuk dalam melakukan antisipasi.

Untuk itu, Ayi meminta agar semua masyarakat, terutama yang ada di titik rawan bencana harus turut meningkatkan kewaspadaan karena saat ini curah hujan sudah mulai tinggi.

"Bencana saat musim hujan harus diwaspadai, baik itu longsor, banjir maupun puting beliung," kata Ayi.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga harus sering bergotongroyong, terutama dalam pembersihan sampah di saluran air untuk antisipasi terjadinya banjir.

"Kalau untuk masyarakat yang rumahnya diatas tebing, sementara jangan dihuni dulu. Masih banyak masyarakat yang tinggal di tingkat kemiringan (tebing) yang berpotensi terjadi hal yang tidak diharapkan," ucapnya.

Baca juga: Kota Cimahi Disebut Kota Terpadat di Indonesia, 15.643 Jiwa Per Kilometer.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved