Breaking News:

Tak Seperti Biasa, Libur Panjang Kali Ini Pantai Citepus Sukabumi Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya

Kondisi tempat wisata pantai Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sepi dari pengunjung dari awal libur panjang

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ichsan
tribunjabar/m rizal jalaludin
Tak Seperti Biasa, Libur Panjang Kali Ini Pantai Citepus Sukabumi Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kondisi tempat wisata pantai Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sepi dari pengunjung dari awal libur panjang 28 Oktober hingga hari ini, Jumat (30/10/2020).

Menurut salah seorang pedagang di pantai Citepus, Asep, sepinya pengunjung ini karena faktor alam yang terjadi di pantai. Yakni adanya banjir rob atau gelombang pasang.

Yang membuat para pengunjung ketakutan dan enggan datang ke pantai untuk berwisata. Imbasnya, para pedagang harus gigit jari karena tidak ada pengunjung.

"Di masa libur panjang ini, tepatnya di hari Rabu sampai hari ini, ya memang masyarakat banyak pengunjung, tapi ternyata sepi. Yang mana memang penyebabnya salah satunya faktor alam, yang mana kalau musim hujan adanya banjir rob, masuk ke warung-warung itu sangat berdampak, wisatawan pada ketakutan," ujarnya, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, KPU Kabupaten Sukabumi Pastikan Tempat Penyimpanan Logistik Pilkada Aman

"Walaupun kami pemilik warung, rekan-rekan Balawista di lapangan mensosialisasikan, mengimbau termasuk menjelaskan kejadian air pasang banjir rob ini memang sering terjadi," katanya.

Selain faktor alam banjir rob atau gelombang pasang. Asep mengatakan, hebohnya kajian tsunami 20 meter juga menjadi faktor penyebab sepinya pengunjung di libur panjang ini.

"Iya betul, banyak wisatawan yang bahkan sebelum datang dia calling dulu ke kita, terutama yang langganan, kang itu tsunami benar tidak, kan saya jelasin kalau tsunami itu bencana yang tidak bisa di prediksi kapan kedatangan dan terjadinya. Kalau sekarang itu kan banjir rob, sudah ada info dari BMKG," kata Asep.

Asep berharap, pemerintah dapat memberikan sosialisasi, terutama terhadap wisatawan untuk memberitahukan tentang tanggap darurat bencana, sehingga wisatawan tidak takut datang ke pantai.

"Yang kami harapkan dari pemerintah itu sosialisasi, apa dan harus bagaimana ketika ada bencana, terutama kepada wisatawan, supaya tanggap daruratnya (tahu) itu harus bagaimana," katanya.

Baca juga: Kota Cimahi Disebut Kota Terpadat di Indonesia, 15.643 Jiwa Per Kilometer.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved