Libur Panjang, Okupansi Hotel di Garut Capai 50 Persen, Pertama Kali Sejak Pandemi Covid-19

Okupansi hotel di kawasan Cipanas, Kabupaten Garut mulai menggeliat di masa libur panjang ini. Jumlah kamar

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
syarif abdussalam
ilustrasi fasilitas hotel di Cipanas Garut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Okupansi hotel di kawasan Cipanas, Kabupaten Garut mulai menggeliat di masa libur panjang ini. Jumlah kamar yang dipesan mencapai lebih dari 50 persen.

Azzahra Munirul Jannah, pengelola hotel Sumber Alam, mengatakan, di libur panjang pekan ini jumlah kamar yang dipesan wisatawan di atas 90 persen. Ia menyebut baru kali ini pesanan kamar kembali penuh.

Sejak bulan Maret, okupansi hotel mengalami penurunan. Banyak tamu yang membatalkan pesanan karena pandemi Covid-19.

“Angka kunjungan hotel mulai meningkat lagi. Kamar-kamar yang dibooking sampai 31 Oktober ini di atas 90 persen,” ujar Zahra, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: PIlkada Cianjur 2020, Dialog dengan Petani Cibeber, Herman Bahas Irigasi dan Produktivitas Lahan

Bukan hanya Sumber Alam yang kini mulai ramai. Sejumlah hotel lainnya yang ada di Cipanas kini mulai menjadi pilihan wisatawan. Angka pesanan kamar-kamar hotel lain dari informasi yang diterimanya di atas 50 persen.

Walau begitu, wisatawan yang datang ke Cipanas kini banyak yang lebih memilih kamar dengan konsep bungalow yang bangunannya tidak berdekatan.

"Kami tetap harus siapkan budget ekstra untuk menyiapkan berbagai peralatan menunjang diterapkannya protokol kesehatan," katanya.

Sejak pandemi pertama kali melanda, baru kali ini angka kunjungan meningkat tajam. Hotel di Cipanas juga sempat terpukul setelah adanya klaster hotel beberapa waktu lalu.

"Kami berupaya terus melakukan berbagai hal agar tidak muncul lagi klaster. Tentunya dengan melakukan penerapan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Pemantauan pengunjung hotel, diakui Zahra tidak hanya dilakukan oleh pengelola hotel saja. Hotelnya pun kini selalu dipantau oleh petugas dari TNI, Polri, dan petugas lainnya dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.

Baca juga: Divonis 4 Tahun Penjara, Bos Aku Mobil Bakal Serahkan 1.000 Unit Mobil ke Konsumen, 100 Unit Dulu

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut menyampaikan, sejumlah objek wisata di Garut, mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan, menyebut kondisi objek wisata yang terpantau cukup ramai berada di wilayah perkotaan Garut.

Sedangkan objek wisata di selatan, masih terlihat normal. Objek wisata pantai yang biasanya dipadati wisawatan, kini tak seramai biasanya.

"Di wilayah selatan (objek wisata pantai) tidak terlalu ramai. Kebanyakan yang berwisata di perkotaan," ujar Budi.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Budi menuturkan ada aturan yang harus dipatuhi pengunjung dan pengelola objek wisata. Yakni mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved