Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Tetap Aman, Nyaman dan Sehat saat Tempat Hiburan Direlaksasi, Solusi Positif Hindari PHK

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagi pelaku usaha di bidang hiburan dan pariwisata melalui kebijakan relaksasi tempat hiburan.

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Ilustrasi: TIKET BIOSKOP - Pengunjung membeli tiket saat akan menonton film di bioskop CGV BEC, Jalan Purnawarman Bandung, Jumat (9/10/2020). Sejumlah pengelola bioskop membuka pelayanan umumnya pada hari pertama pemutaran film, dengan menerapkan standar protoko kesehatan. 

Hingga kemudian kebijakan relaksasi dikeluarkan pemerintah pada September lalu, kata Rully, tidak seluruh tempat hiburan langsung buka kembali. Dari sekitar 130an tempat hiburan, yang sudah mengantongi izin buka adalah sekitar 50 tempat.

Persoalannya adalah, kata Rully, tidak serta merta tempat hiburan ini jadi booming setelah buka kembali. Faktor kehati-hatian masyarakat serta faktor prioritas membuat tempat hiburan masih sepi sehingga membuat jumlah kunjungan masih minim.

Dalam talkshow yang digelar atas kerjasama Tribun Network dan BNPB, Rully menyebutkan bahwa meski masih jauh jika bicara soal keuntungan, Rully mengakui bahwa relaksasi ini menjadi salah satu solusi positif sementara ini, minimal ada pemasukan dan penghasilan bagi pegawai untuk menghindari PHK. Pihaknya pun terus berupaya menambah banyak jumlah tempat hiburan yang bisa dibuka.

Sejauh ini, di dalam keanggotaannya, jumlah tempat hiburan yang tutup total mencapai hingga 10 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah permodalan karena masih cukup banyak tempat hiburan yang menggunakan tempat dengan sistem sewa. Namun pihaknya mengakomodir sebagian pegawai yang berhenti bekerja untuk disalurkan ke tempat lain yang membutuhkan.

"Harus diakui bahwa panjangnya waktu (penutupan) ini telah menggerogoti modal," katanya.

Terkait operasional, pihaknya sudah memberikan berbagai imbauan, baik kepada pengunjung maupun karyawan terkait proses. Pengunjung yang datang diwajibkan mencuci tangan, mengenakan masker dan cek suhu. Saat membayar, pengunjung pun dianjurkan membayar secara non tunai. sementara untuk jam operasional pihaknya sudah memasok maksimal pukul 24.00. Jika melanggar, maka sangsinya adalah penyegelan dan sanksi denda.

"Saya juga memberikan imbauan kepada teman-teman pengusaha agar tidak menggelar event (acara) dulu di masa pandemi ini karena itu akan mengundang kerumunan dan kami juga khawatir," katanya.

Bagi rekan pengusaha yang belum dibuka tempatnya, Rully berharap agar tetap bersabar mengingat kebijakan izin ada dari pihak gugas. Namun sejauh ini pihaknya tetap berkoordinasi dengan tim gugas agar lambat-laun izin berikutnya akan dikeluarkan untuk tempat hiburan lain. Ia memahami kegelisahan mereka yang belum memiliki izin karena terkait masalah ekonomi.

Ia berharap bahwa bantuan sosial dari tim gugas provinsi yang sudah ia terima dan salurkan bisa memberi manfaat bagi yang menerima, terutama pegawai yang hingga kini belum bisa bekerja kembali. Rully berharap bantuan tersebut akan terus berlanjut di waktu-waktu akan datang.

"Tapi intinya saya melihat bahwa pemerintah juga aware, memiliki rasa kepedulian terhadap masyarakat. Saya yang merasa dan melihat bahwa bantuan ini sediki banyak sudah membantu bagi yang membutuhkan," katanya. (adv/kemal setia permana)

Halaman
123
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved