Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Tetap Aman, Nyaman dan Sehat saat Tempat Hiburan Direlaksasi, Solusi Positif Hindari PHK

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagi pelaku usaha di bidang hiburan dan pariwisata melalui kebijakan relaksasi tempat hiburan.

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Ilustrasi: TIKET BIOSKOP - Pengunjung membeli tiket saat akan menonton film di bioskop CGV BEC, Jalan Purnawarman Bandung, Jumat (9/10/2020). Sejumlah pengelola bioskop membuka pelayanan umumnya pada hari pertama pemutaran film, dengan menerapkan standar protoko kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagi pelaku usaha di bidang hiburan dan pariwisata melalui kebijakan relaksasi tempat hiburan.

Kebijakan ini dikeluarkan agar pelaku usaha yang bergerak di bidang hiburan dan pariwisata bisa kembali beraktivitas untuk tetap bisa menggerakkan perekonomian di tengah pandemi yang masih melanda.

Terkait relaksasi tempat hiburan ini, Tribun Jabar kembali menggelar Talkshow dengan tema "Tetap Aman, Nyaman dan Sehat saat Tempat Hiburan Direlaksasi" yang digelar Rabu (28/10/2020), dengan menampilkan pembicara Ketua Asosiasi Perkumpulan Penggiat Pariwisata Bandung (P3B), Rully Panggabean dan moderator Dicky Fadiar Djuhud.

Dalam kesempatan ini, Rully Panggabean mengatakan bahwa 15 Maret Wali Kota Bandung memberikan surat penutupan seluruh tempat hiburan akibat pandemi dan pihaknya mematuhi aturan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, para pelaku tempat hiburan mulai gelisah karena beban berat yang harus ditanggung, terutama beban pegawai yang harus tetap dibayar sementara usaha tidak berjalan.

"Kami hitung jumlah pegawai di sektor hiburan ini kurang lebih mencapai 10.000 orang, yang mana mereka pun kesulitan, kami juga kesulitan menjaga tempat (maintenans). Akhir bulan ketiga kami mulai mengeluh karena tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir," ujar Rully.

Mulai Agustus, kata dia, pihaknya mulai mendatangi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung untuk memaparkan kondisi mereka. Setelah beberapa kali diskusi, Sekda Kota Bandung kemudian mengeluarkan keputusan untuk memberikan peluang dibukanya kembali tempat-tempat hiburan ini.

Kemudian, setelah itu, pihaknya dan tim Gugas melakukan pengecekan ke berbagai tempat untuk disurvei terkait kelaikan dibukanya kembali tempat hiburan ini dengan aturan harus mematuhi standard protokol kesehatan.

"Setelah dilakukan inspeksi ke berbagai tempat bersama tim Gugas, kemudian kami sama-sama membuat semacam SOP misalnya harus cuci tangan dulu, jalan masuk dan keluar harus beda, di bagian dalam kapasitas harus dibatasi 50 persen, sarana harus selalu bersih dan diganti setelah digunakan, hingga menyediakan ruang isolasi dan selalu kontak dengan pihak faskes dan rumah sakit," kata Rully.

Halaman
123
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved