Liga 1 2020 Ditunda sampai Februari 2021, Persib Bandung Rugi Besar
Akhmad Hadian Lukita menjelaskan bahwa penundaan hingga Februari diputuskan setelah melihat kondisi saat ini hingga Januari 2021.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa kelanjutan Liga 1 2020 ditunda sampai Februari 2021.
Keputusan tersebut diambil setelah PT LIB dan PSSI menjalani rapat pada Rabu (28/10/2020) malam.
Akhmad Hadian Lukita menjelaskan bahwa penundaan hingga Februari diputuskan setelah melihat kondisi saat ini hingga Januari 2021.
“Ya kami semalam baru saja rapat dengan PSSI, kalau dilihat sampai saat ini kan belum ada izin dari Kepolisian. Jadi untuk sementara liga ditunda sampai Februari (2021),” kata Akhmad Hadian Lukita saat dihubungi Tribunnews, Kamis (29/10/2020).
“Karena kalau kita lihat November izin kepolisian juga belum turun sampai sekarang. Terus Desember juga lebih berat lagi karena ada Pilkada," katanya.
“Sementara Januari juga jadi pertimbangan gimana persiapan klub, makanya yang paling aman itu di Februari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Akhmad Hadian Lukita menjelaskan bahwa pihaknya dan PSSI masih menunggu masukan dari klub-klub Liga 1 terkait keputusan ini.
Khususnya untuk membahas keputusan liga dihentikan saja atau setuju liga ditunda hingga Februari 2021.
“Nah ini lagi dirumuskan dulu, untuk sementara kita undur sampai Februari, tapi keputusannya kita tunggu juga masukan dari klub-klub,” ujarnya.
“Karena kan klub-klub pasti punya masalah sendiri gimana kontrak sama pemain dan sponsor. Jadi kita tunggu masukan dari klub-klub minggu ini, habis itu kita rapat lagi untuk menentukan (dihentikan atau jalan di Februari-red),” jelas Akhmad Hadian Lukita.
Persib Bandung Rugi Besar
Manajemen Persib Bandung dibuat pusing dengan ketidakjelasan jadwal lanjutan kompetisi musim ini.
Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, mengatakan, ketidakjelasan kompetisi membuat klub berjulukan Maung Bandung itu mengalami kerugian finansial yang besar.
Teddy enggan menyebut berapa jumlah kerugian Persib. Namun, dia memastikan jumlah kerugian Persib cukup besar, terhitung sejak pertengahan Mei 2020 kompetisi ditangguhkan karena wabah virus corona.
Tidak ada kompetisi, klub pun merugi. Pemasukan mereka berkurang, sementara pengeluaran terus membengkak.
Sebab, manajemen klub tetap harus memenuhi hak pemain, pelatih, hingga staf tim.
Tak ayal, hal tersebut membuat manajemen Persib pun dibuat pusing. Terlebih, hingga saat ini belum ada kabar kapan kompetisi akan kembali digelar.
"Sampai saat ini, belum ada (kabar soal lanjutan kompetisi), pusing nih. Kalau kerugian pasti ada, saya enggak bisa sebut berapa, tetapi yang pasti banyak. Jadi, memang memusingkan sekali," tutur Teddy saat dihubungi wartawan, Rabu (28/10/2020).
Tidak hanya Persib, ketidakjelasan terkait lanjutan kompetisi pun membuat semua klub merugi.
Sejumlah tim sampai meliburkan skuadnya hingga kabar soal jadwal lanjutan kompetisi musim ini resmi diumumkan.
Meski begitu, Persib tidak mengikuti jejak banyak klub profesional Indonesia yang meliburkan aktivitas sepak bolanya di tengah ketidakjelasan jadwal kompetisi.
Persib tetap melanjutkan program persiapan menghadapi kompetisi. Dalam sepekan, Supardi Nasir dkk tetap berlatih sebanyak tiga kali.
Menurut Teddy, hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi kalau pengumuman soal jadwal lanjutan Liga 1 2020 diumumkan mendadak.
Hanya, Teddy tak menampik bila tim Persib juga akan diliburkan dalam jangka waktu yang panjang, dengan catatan kompetisi digelar Januari 2021.
"Kami tetap latihan karena tidak tahu kapan liga mulai. Saya terus tekankan kami butuh kepastian kapan liga akan mulai sehingga kita bisa membuat perencanaan. Apabila liga mulai Januari 2021, kita akan libur dulu," tutur Teddy.
Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 awalnya sempat akan dilanjutkan pada 1 Oktober 2020.
Sayangnya, beberapa hari sebelum penyelenggaraan, izin tidak diberikan pihak kepolisian.
Alasannya, penyebaran virus corona di Indonesia yang terus meningkat.
Melalui keputusan tersebut, PSSI kemudian membuat tiga opsi terkait kelanjutan kompetisi.
Opsi pertama, kompetisi akan digelar kembali pada 1 November 2020. Opsi kedua, kompetisi dilanjutkan pada 1 Desember 2020.
Sementara opsi ketiga adalah kompetisi akan digulirkan lagi pada 1 Januari 2021 dengan format dua wilayah. (kompas.com)