Breaking News:

Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka, Polisi Sebut Aniaya Ojek Online yang Antar Istri Pulang Malam

Status tersangka itu kembali disandang Habib Bahar bin Smith karena dituduh memukul driver onjek online Grab.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Habib Bahar bin Smith mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (28/2/2019). 

Habib Bahar bin Smith saat keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00. (Kompas.com/Afdhalul Ikhsan)
Kanwil Kemenkum HAM kemudian mengajukan banding atas putusan PTUN tersebut.

"Pelapor itu sopir transportasi online. Saat itu ada kesalahpahaman dengan pelapor. Terus saya enggak ngerti ada salah paham atau bagaimana, ada yang dilakukan oleh Habib Bahar," ucap Ichwan.

Atas penetapan tersangka itu, pihaknya akan ‎mengajukan upaya hukum.

Baca juga: TERUNGKAP, Manchester United Pernah Inginkan Sadio Mane Tapi Sang Pemain Menolak

"Upaya hukumnya praperadilan lah atas penetapan tersangka. Akan kami ajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Kota Bogor karena locusnya di sana," ucap Ichwan Tuan Kotta.

Baca juga: Kubu Habib Bahar Tak Tinggal Diam Usai Penetapan Tersangka oleh Polda Jabar, Sebut Sudah Damai

Diberitakan sebelumnya, Habib Assayid Bahar bin Smith atau Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan, dengan jeratan Pasal 170 dan atau Pasal 351 KUH Pidana.

Informasi yang dihimpun, penetapan tersangka Habib Bahar itu berdasarkan laporan polisi nomor LP/60/IX/2018/JBR/Resta Bgr/Sek Tansa pada 4 September 2018.

Pelapornya bernama Ardiansyah.

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan hasilnya telah ditetapkan ters‎angka," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes CH Pattopoi via ponselnya, Selasa (27/10/2020).

Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sudah melayangkan surat pemberitahuan penetapan Habib Bahar sebagai tersangka ke Kejati Jabar pada 21 Oktober 2020.

"Sekarang sedang proses pemeriksaan, tapi menunggu izin dari Ditjen Pas Kementerian Hukum dan HAM," ucap Kombes CH Pattopoi.

Baca juga: 30 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H Berbagai Bahasa Kirim untuk Orang-orang Terdekat di Medsos

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved